Potensi ekspor ternak babi

Mau tau potensi ekspor ternak babi?  Berikut ini babinesia akan bagikan informasinya. Simak ulasan berikut ini.

Ternak babi menjadi satu diantara banyaknya ternak yang dipelihara di Indonesia yang telah berhasil melakukan ekspor. Isu agama lantaran menyebabkan ternak babi hanya berkembang di beberapa daerah tertentu di Indonesia yang memiliki kebudayaan dan tak bisa lepas dari ternak babi.

Namun yang menarik adalah, ternak babi bisa menjadi dulang emas perekonomian khususnya bagi petani –  peternak di Indonesia yang lekat dengan kata kemiskinan. Pasalnya ternak yang satu ini telah berhasil menembus pasar global yang tentunya memiliki harga jual yang lebih tinggi.

Berikut ini akan dibahas potensi untuk melakukan ekspor ternak babi.

Negara Tujuan

Potensi negara tujuan untuk melakukan ekspor yang paling terdekat ialah negara Singapura. Dekade yang lalu, peternak babi rakyat di Indonesia telah mampu melakukan ekspor ke negara Singapura namun beberapa tahun terakhir aturan semakin diperketat dan kurangnya edukasi dan sosialisasi dari pemerintah terkait. 

Tetapi, selain Singapura negara lain juga berpotensi untuk tujuan ekspor ternak babi diantaranya ialah negara Timor Leste yang berbatasan langsung dengan NTT. Negara Papua Nugini yang berbatasan dengan Papua dan Papua Barat. Negara China, Vietnam, dan Myanmar yang terkenal suka mengkonsumsi ternak babi. Selain itu, negara Jepang yang terkenal dengan babi korabuta.

Zona Negara

Zona pada suatu negara perlu diperketat sehingga masih tetap bisa melakukan ekspor ternak babi. Contohnya bila pada suatu negara terdapat penyakit menular seperti ASF, maka masih tetap bisa melakukan ekspor dengan catatan memperhatikan OIE bab 4.4. zoning dan kompartmentalisasi pasal 4.4.1.  dikarenakan  cukup sulit untuk menjaga satu negara secara utuh.

Zona ini ditentukan melalui subpopulasi dengan status kesehatan spesifik yang bebas dari penyakit (ASF) dengan tujuan perdagangan internasional yang dapat dipisahkan dengan batas lautan (alami) atau buatan (pagar) yang menerapkan sistem biosecurity yang ketat.

Zonasi/zona lebih umum dikaitkan dengan pembatasan secara geografi, sedangkan kompartemen dikaitkan dengan manajemen peternakan yang menggunakan sistem biosecurity. Hal ini menjelaskan bahwa suatu negara bisa memiliki lebih dari satu zonasi dan satu kompartemen.

Faktor lainnya yang tidak boleh dilalaikan ialah surveilance secara terus – menerus dilakukan disertai dengan uji klinis dan laboratorium (PCR). Untuk mendukung hasil sampel maka diperiksa pada laboratorium yang selama ini menjadi tempat rujukan. Selain ituu, pelaksanaan biosecurity yang ketat tetap harus dilakukan.

Persetujuan Negara Penerima

Pada suatu negara sebelum barang masuk ke dalam wilayahnya maka penting untuk melakukan pengecekan khususnya terkait faktor pembawa penyakit yang berpotensi menularkan penyakit yang sebelumnya tidak ada di sebuah negara. Pemeriksaan ini meliputi menghindarkan dari ancaman (manusia, babi, dan lingkungan).

Surveilance dan uji klinis dan pemeriksaan laboratorium dilakukan secara tersendiri di negara tujuan untuk menegaskan hasil pemeriksaan di negara ekspor. Serta menetapkan suatu tracebility yang dijadikan acuan pokok untuk ketelusuran terhadap bahan yang masuk dari pemasok langsung dan rantai awal distribusi produk akhir.

Persyaratan Ekspor Ternak Babi

Setelah ketiga komponen diatas telah dapat diselesaikan, maka berikut ini adalah beberapa hal yang penting untuk dilakukan sebelum melakukan ekspor ternak babi.

  • Dokumen ijin ekspor ke suatu negara (dikelurkan oleh Kementerian Pertanian)
  • Manajemen peternakan babi yang baik (menerapkan good farming practice)
  • Kualitas ternak babi (tebal lemak punggung > 12 mm, marbling dan tekstur yang baik)
  • Ternak babi sehat, bebas antibiotik, dan bebas hormon
  • Menerapkan tracebility (tag dan recording peternakan)
  • Perjalanan ternak babi dari negara ekspor ke tujuan impor

Potensi Ekspor Produk Babi

Berikut ini adalah potensi produk peternakan babi yang memiliki nilai jual di pasar internasional.

  • Produk babi organik dan babi lokal (kampung)
  • Produk prebiotik dan probiotik
  • Produk pakan ternak
  • Produk obat – obatan, vitamin dan mineral
  • Produk herbal untuk babi

Itulah ulasan singkat tentang potensi ekspor produk peternakan babi. Selamat membaca dan semoga bermanfaat yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Maranata, Paulus Mbolo. 2020. Penerapan biosekuriti yang tepat pada peternakan babi untuk mencegah ASF dan Penyakit Lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *