Perkembangan vaksin ASF pada babi

 Masuknya virus African Swine Fever (ASF) sempat menggegerkan public dunia maya dan menjadi tren topic di akhir tahun 2019 berlanjut hingga bulan februari 2020 namun seakan hilang dilatarbelakangi oleh masuknya virus baru yang menyerang manusia yakni covid – 19. Nah, bagaimana perkembangan vaksin ASF hingga hari ini? Berikut ini ulasannya untuk kamu.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah dengan sigap menjawab masalah pembuatan virus ASF dengan meluncurkan sebuah prototype vaksin rekombinan ASF dengan menggandeng 12 Pakar Kesehatan Hewan Indonesia dari Unud, Unair, IPB, Unibraw, dan UGM serta unit teknis di Kementan untuk segera mengembangkan vaksin ASF ini ungkap I Ketut Diarmita, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), dikutip dari (ditjennak.pertanian.go.id) tertanggal 24 januari 2020.

Diakui oleh Prof. IGN Kade Mahardika, pakar virologi dari Fakultas Kedokteran Hewan, Unud bahwa pembuatan vaksin ASF sangat kompleks, karena penelitian dasar tentang hal ini belum mencukupi, karakteristik biologis virus ASF sangat kompleks dengan genom yang besar, dan setengah protein virusnya tidak diketahui fungsinya, dan mekanisme perlindungan terhadap ASF yang belum banyak diketahui.

Uji coba vaksin ASF rekombinan pada babi telah dilaksanakan di Kabupaten Serdang Bedagai, tertanggal 18 Maret 2020 di bawah lingkup kerja Pusat Veteriner Farma Surabaya dan Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan Gunungsindur. Berdasarkan Surat Penugasan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nomor: 11107/PK.320/F/12/2019 (Nensy, 2020). Namun hingga kini belum ada laporan lainnya terkait vaksin ASF di tanah air.

Nah, berkaca ke Pemerintah Vietnam sangat mendukung pengembangan vaksin di negaranya. Melalui Navetco National Veterinary JSC (Navetco) di bawah Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam akan membuat Vietnam menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin ASF di dunia. Mereka mengklaim telah melakukan ujicoba vaksin pada 72 ekor babi dengan keberhasilan 100 persen, dikutip dari (majalahinfovet.com).  

Vaksin ini dikembangkan dari gen I177L Amerika Serikat yang telah dipelajari selama 10 tahun. Selain itu, Tim Peneliti Akademi Ilmu Pertanian Vietnam juga telah membuat vaksin, yang baru diujicobakan di tiga peternakan babi di provinsi utara Hung Yen, Ha Nam, dan Thai Binh. Dari total hewan yang divaksinasi, 16 dari 18 ekor induk babi dinyatakan dalam keadaan yang sehat setelah dua bulan.

Diharapkan berita ini dapat menjadi angin segar untuk peternak babi di tanah air. Walaupun perlu disadari bahwa, beberapa genom vaksin tiap negara bahkan daerah di Indonesia bisa saja berbeda sehingga perlu uji coba lagi bila ingin vaksin ini diterapkan di Indonesia. Harapannya pemerintah dan seluruh stakeholder bahu membahu untuk mempersiapkan vaksin tersebut untuk dapat diaplikasikan juga nantinya di bumi ibu pertiwi.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang perkembangan vaksin ASF pada babi. Selamat membaca dan semoga bermanfaat yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Nensy. 2020. Uji coba Prototipe Vaksin African Swine Fever (ASF) Rekombinan di Balai Veteriner Medan. Diakses dari: http://bvetmedan.ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/read/uji-coba-prototipe-vaksin-african-swine-fever-asf-rekombinan-di-balai-veteriner-medan
Anonim. 2021. Vietnam Siap Menjadi Negara Pertama Produsen Vaksin Asf. Diakses dari: http://www.majalahinfovet.com/2021/01/vietnam-siap-menjadi-negara-pertama.html
Ditjen PKH Kementan. 2020. Prototipe Vaksin Rekombinan ASF Siap Diproduksi. Diakses dari: https://ditjennak.pertanian.go.id/prototipe-vaksin-rekombinan-asf-siap-diproduksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *