Penyakit scabies pada babi

Mau tau tentang penyakit scabies pada babi? Berikut ini babinesia uraikan penjelasannya untuk kamu sahabat. Simak penjelasannya berikut ini yah.

Penyakit kudis pada ternak babi disebabkan oleh jenis Sarcoptes scabiei var suis yang menyebabkan iritasi dan tidak nyaman bagi babi. Hal ini berakibat pada kulit babi banyak goresan, kulit kering hingga tidak jarang akan terlihat kerusakan kulit yang cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat konversi pakan babi.

Siklus hidup tungau sekitar 14 – 15 hari kemudian tungau akan mati. Gejala yang ditimbulkan ada yang bersifat akut maupun kronik.

Gejala akut yang ditimbulkan ialah:

  • Babi sering menggeleng – gelengkan kepala karena gatal
  • Sering menggaruk pada dinding kandang
  • Pada permukaan kulit biasanya terlihat bintik – bintik merah kecil
  • Bila gatalnya sangat parah kadang akan terlihat darah pada permukaan kulit

Gejala kronis yang ditimbulkan ialah:

  • Terdapat lesi yang tebal seperti asbes muncul di telinga, kedua sisi leher, siku, dan bagian punggung leher.
  • Konsumsi pakan harian rendah

Faktor utama yang berkontribusi dalam  penyebaran tungau sarcoptes scabies adalah kontak langsung dari babi ke babi yang lain lalu berkembang dan berproduksi di bawah lapisan kulit. Utamanya untuk ternak babi yang dikandangkan dengan populasi ternak babi yang padat. Bila tidak ada langkah pengobatan dapat memberikan masalah yang serius pada peternakan.

Diagnosis dapat dilakukan dengan kerokan kulit di bawah lapisan kulit sampai berdarah kemudian diamati di bawah mikroskop dengan bentuk bulat dan panjang 0,5 mm. Tes ELISA dapat dilakukan untuk mendeteksi scabies dengan sampel darah darah untuk menegaskan namun kerokan kulit masih menjadi gold standar.

Pemberian invermectin atau doramectin secara intramuscular setiap 4 – 6 bulan dapat menjadi pengobatan namun hal ini dapat menyebabkan resistensi obat. Pilihan lainnya ialah mencelupkan ternak babi yang telah diberi invermectin (dipping) kemudian merawat babi ke kandang yang bersih dengan rajin memberikan zat antiparasit berupa amitraz.

Pemberian ivermectin juga dapat dilakukan dengan menambahkan pada pakan selama tujuh hari. Kemudian dilakukan program pemberantasan yang efektif menggunakan suntikan ivermectin atau doramectin serta membersihkan dan mengasapi setiap kandang dan koridor.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang pakan babi pada anak babi. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2021. Mange. Diakses dari: https://www.pig333.com/pig-diseases/mange_64

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Protein untuk Indonesia