Penyakit circovirus pada babi

Mau tau lebih mendalam tentang penyakit circovirus pada babi? Berikut ini babinesia akan berikan penjelasannya untuk kamu. Simak penjelasan berikut ini.

Penyakit Circovirus merupakan penyakit yang menyerang nodus limpa sehingga merusak system kekebalan tubuh lalu menyebabkan babi rentan terhadap penyakit lainnya. Penyakit ini pada umumnya menyerang babi umur 8 sampai 16 minggu dan diduga menjadi penyebab beberapa penyakit kompleks yang parah.

PCV dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe 1 dianggap sebagai agen nonpatogenik karena tidak diketahui menyebabkan penyakit pada babi. Namun setelahnya ditemukan varian tipe 2 yakni PCV-2 yang berhubungan dengan sindrom penyakit babi terutama postweaning multisistemik wasting sindrom (PMWS).

Gejala klinis yang ditimbulkan akibat penyakit ini ialah babi terlihat lesu, lemah, sesak napas, diare, limpadenopati, kekuningan pada mukosa, dan pucat. Dampak lainnya dari dapat berinteraksi dengan penyakit lainnya seperti Porcine parvovirus, virus porcine reproductive and respiratory sindrom (PRRS), dan PCV-2.

Penelitian tentang kasus Circovirus PCV-2 di Indonesia telah dilakukan di Pulau Bali oleh Suartha et al., (2015) dan menunjukkan bahwa untuk tipe peternakan rakyat dari total 98 sampel diketahui prevalensi virus sebesar 3,1% sedangkan untuk peternakan intensif dengan total sampel 194 dengan prevalensi sampel 1%. Sedangkan untuk prevalensi antibody masng – masing 70,4% dan 91,2%.

Penelitian lainnya yang telah dilakukan oleh Manokaran et al., (2008) yang menjelaskan bahwa penularan penyakit PCV-2 dari Singapura ke Indonesia melalui pengiriman daging babi. Hasil ini diketahui setelah dilakukan tes PCR. Selain itu, Nugroho et al., (2016) yang melakukan penelitian di Papuan menemukan genom penyakit ini.

Guna mengatasi masalah tersebut, langkah pencegahan menjadi poin penting yang wajib dilakukan untuk menghindari penularan penyakit. Menerapkan system biosekuriti yang ketat, manajemen kandang dan pakan yang baik, serta melakukan vaksinasi untuk meningkatkan imunitas tubuh ternak.

Pengujian tentang vaksin PCV-2 telah dilakukan oleh Natih et al., (2012) di bawah naungan Kementerian Pertanian bidang Pengujian Mutu dan Obat Hewan dan diperoleh bahwa vaksin PCV-2 aman digunakan pada ternak babi sebagai pencegahan penyakit circovirus.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang penyakit circovirus pada babi. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Suartha IN, Anthara IMS, Wirata IW, Dewi NMRK, Narendra IGN, Mahardika IGN. 2015. Prevalensi Porcine Circo Virus Secara Serologis Pada Peternakan Babi di Bali. Jurnal Kedokteran Hewan Vol. 9(1): 52 – 54.
Manokaran G, Lin YN, Soh ML, Lim EA, Lim CW, and Tan BH. 2008. Detection of Porcine Circovirus Type 2 in Pigs Imported from Indonesia. Veterinary Microbiology 132 (1-2): 165-170.
Natih KKKN, Nuryani N, Alam J, Yupiana  Y. 2012. Pengujian Mutu Vaksin Porcine Circovirus Tipe 2 (PCV-2). Buletin Pengujian Mutu Obat Hewan No. 17: 9 – 12.
Nugroho W, Hemmatzadeh F, Artanto S, Reichel MP. 2016. Complete Genome Characteristics of Porcine Circovirus Type 2(PCV2) Isolates from Papuan Pigs, Indonesia. International Journal of Advanced Veterinary Science and Technology. Vol.5, Issue1, pp.239-247.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Protein untuk Indonesia