Pakan babi untuk anak babi

Mau tau pakan babi untuk anak babi? Buat sahabat babinesia yang masih perternak pemula jangan khawatir yah. Kalian bertemu artikel yang tepat, berikut ini babinesia akan jelaskan rinciannya untuk kamu. Simak penjelasan berikut ini.

Pakan merupakan salah satu komponen penting dalam usaha peternakan babi yang tentunya dapat meningkat pertumbuhan dan perkembangan ternak babi. Saking pentingnya, tidak jarang banyak peternakan babi merugi karena salah dalam mengelola pakan ternak utamanya untuk peternak babi pemula.

Salah satu kendala yang dialami oleh peternak babi pemula ialah bingung melakukan manajemen pengelolaan pakan babi khususnya untuk anak babi. Alih – alih mendapatkan keuntungan dari usaha pembibitan malah merugi karena bibit babi banyak yang mati sebelum sapih, kurus hingga menderita penyakit metabolic.

Beberapa peternak babi kadang hanya memberikan pakan seadanya pada anak babi, padahal pada periode tersebut ternak babi dalam proses perkembangan baik organ maupun kemampuan reproduksi sehingga nantinya bila digunakan sebagai indukan menjadi tidak berkualitas lagi.

Pakan babi periode pre-starter

Peternak babi pemula  perlu mengetahui bahwa istilah prestarter ialah periode anak babi belum disapih yang mulai dilatih untuk diberikan pakan. Pada umur dua minggu anak babi (piglet) dilatih diberi  pakan sambil mendapatkan nutrisi dari induk babi, tidak jarang anak babi akan diberikan butiran bersama dengan induknya untuk membiasakannya.

Pada peternakan yang maju seperti di Eropa kadangkala mencampurkan butiran dengan yogurt yang tinggi protein sehingga lebih memudahkan anak babi untuk mencerna pakan. Di samping itu, pada periode ini kebutuhan protein sangatlah tinggi sekitar 19 – 20% untuk membantu perkembangan tubuh ternak babi.

Pakan babi starter

Periode starter ialah periode keberlanjutan dari periode pre-starter namun di periode ini ternak babi telah disapih dari induknya. Berdasarkan peternakan babi modern di Eropa, proses sapih anak babi dapat dilakukan pada umur 28 hari sehingga bisa mendorong induk babi kembali berproduksi dan menghasilkan anak babi.

Hal ini berkebalikan bila kita melihat realita kondisi peternakan babi di Indonesia yang paling cepat sapih di umur 45 hari bahkan ada yang lebih. Artinya cost produksi pakan terus bertambah dan induk babi tidak berproduksi sehingga target 5 kali beranak dalam dua tahun kemungkinan hanya bisa dicapai 3 – 4 kali. Bisa dihitung berapa kerugian peternak bila seekor induk babi mampu menghasilkan 10 ekor anak babi setiap kali beranak. 

Pada periode ini pakan yang diberikan pada anak babi full butiran dan dilatih untuk diberikan pakan komplit maupun pakan formulasi. Pada periode ini pula, kebutuhan protein ternak babi mulai  menurun sekitar 17 – 18% dengan meningkatnya kebutuhan serat kasar.

Pakan alternative tinggi protein

Kesalahan rata – rata peternak babi pemula karena ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya menyebabkan kandungan nutrisi yang diberikan pada anak babi tidak diperhatikan. Padahal pada periode ini kebutuhan protein cukup tinggi dan serat kasarnya rendah, bahkan pada periode pre – starter diusahakan hanya 1 – 2% serat kasar.

Oleh sebab itu, sumber utama pakan dari tepung ikan masih mendominasi untuk pakan ternak babi karena tinggi protein dan kandungan serta  kasar yang sangat rendah. Beberapa  pabrikan pakan menggantinya dengan tepung tulang dan daging namun tidak sebaik tepung ikan. Dalam dasawarsa terakhir ini, pabrikan pakan juga melirik tepung kedelai dan tepung whey dari pabrikan susu.

Tabel 1. Perbandingan pakan nitrogen non protein (NPN) 1000g

(g)Hamlet Protein 300Tepung kedelaiSPC rendah proteinProtein kentangTepung wheyTepung ikan (DK)Tepung ikan 65Tepung dari limbah unggas
Non protein nitrogen4030605030120200131
Asam amino520440540720100600450569
Protein kasar560470600770130720650700
Kecernaan asam amino515376522670113626550546

sumber: Andersen, 2021

Tabel 2. Standar kecernaan ileum pasca sapih

Hamlet Protein 300Tepung kedelaiEkstrak tepung kedelaiSPC rendah proteinProtein kentangTepung wheyTepung ikan (72%)Tepung ikan (65%)Tepung dari limbah unggas
Standar kecernaan ileum92%80%**87 – 89%85%87 –  91%85%78%

sumber: Andersen, 2021

Tabel 3. Analisa kandungan antinutrisi produk kedelai

HP 300Tepung kedelaiEkstrak tepung kedelaiSPC 60%
Protein kasar (%)56,048,052,360,8
Oligosakarida (%)0,55 – 65 – 72,0
Trypsin (mg/g protein)1,84 – 83,91,9
Antigen protein (ppm)210,0008,50080

sumber: Andersen, 2021

Pemberian yogurt pada anak babi

Pemberian yogurt pada anak babi dan induk babi ternyata memberikan dampak positif untuk produktivitas ternak babi dengan meningkatkan bobot badan dan pertumbuhan setelah sapih. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Ducth Animal Nutrition menyimpulkan bahwa pemberian yogurt dapat meningkatkan 2,5 liter air susu induk babi dibandingkan dengan pemberian susu pengganti.

Berikut ini adalah data hasil perbandingannya:

Pemberian yogurtPemberian susu lain (control)
Jumlah anak babi (litter)4943
Paritas induk3,73,8
Bobot lahir babi (kg)1,461,42
Jumlah anak babi (hari 2)12,511,9
Jumlah anak sapih11,811,1
Periode menyusui (hari)2727,2
Bobot babi sapih (kg)7,807,72
Jumlah bobot sapih (kg)91,785,3
Susu yang diganti (kg/liter)6,22,0
Pre starter (kg/litter)3,32,8
Mortalitas piglet (%)5,36,6

sumber: Stalljohann dan Sutrum, 2021

Itulah ulasan singkat babinesia tentang pakan babi pada anak babi. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Andersen LS. 2021. Optimal weaning with vegetable proteins. Diakses dari: pigprogress.net/Special-Focus/Piglet-Feeding/Optimal-weaning-with-vegetable-proteins/
Stalljohann G, Sutrum RS. 2021. Yoghurt for stronger suckling piglets and sows. Diakses dari: https://www.pigprogress.net/Special-Focus/Piglet-Feeding/Yoghurt-for-stronger-suckling-piglets-and-sows/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *