Pakan babi dari batang pisang

Mau tau cara mengolah batang pisang menjadi pakan untuk babi? Berikut ini babinesia bagikan informasinya buat kamu. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pohon pisang terdiri akar, batang, daun, buah, dan jantung pisang. Setelah pohon pisang berbuah dan selesai dipanen, batang pisang akan dipotong sehingga memberi ruang untuk tunas baru agar pohon pisang bisa tumbuh dan menghasilkan buah. Batang pisang ini kemudian daripada membusuk kemudian diolah beberapa peternak babi menjadi bahan pakan ternak.

Berikut ini adalah nilai nutrisi dari batang pisang :

KandunganBatang Pisang (%)
Bahan Kering8,00
Abu19,50
Protein Kasar1,01
Serat Kasar19,50
Lemak Kasar0,75
BETN59,24

sumber: Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Kimia Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau, 2015

BahanBK (%)PK (%)LK (%)SK (%)
Batang Pisang87,7314,2329,40
Batang Pisang Fermentasi86,45,416,4816,48

sumber: Lima, 2007

Penelitian yang dilakukan oleh Endeyani dan Wely (2016) menunjukkan bahwa perlunya dilakukan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan motivasi dan informasi bagi peternak untuk menggunakan pakan batang pisang dengan teknologi fermentasi.  Sementara itu, Budaarsa dan Puger (2015) menjelaskan bahwa 95% peternak Babi Bali memanfaatkan batang pisang dan tambahan dedak padi sebagai bahan pakan utama melihat kontinuitas bahan pakan dan sumber pakan yang tidak bersaing dengan kebutuhan manusia.

Penelitian lainnya oleh Uta et al., (2017) bahwa penggunaan tepung batang pisang terfermentasi dapat digunakan sebagai bahan pengganti dedak padi sebesar 7 – 21% dalam formulasi ternak babi dan memberikan hasil yang lebih baik.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang pakan babi dari batang pisang. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Budaarsa K, Puger AW. 2015. Eksplorasi Ragam Komposisi Pakan dan Kandungan Nutrisi Ransum Tradisional Babi Bali. Denpasar: Universitas Udayana.
Lima Franky. 2007. Pengaruh Penggunaan Bonggol Pisang Fermentasi Dalam Ransum Terhadap Konversi dan Konsumsi Air Ternak Babi. Kupang: Universitas Nusa Cendana.
Endeyani VM dan Wely YP. 2016. Tingkat Adopsi Teknologi Fermentasi Batang Pisang Sebagai Pakan Ternak Babi di Kelompok Tani Syalom di Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja Kupang. Jurnal MIPA FST UNDANA Vol. 20(1): 109 – 115.
Uta TP, Dato TODD, Dodu T. 2017. Pengaruh Pemberian Tepung Bonggol Pisang Terfermentasi dalam Ransum Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Serat Kasar dan BETN Pada Babi Peranakan Landrace Fase Starter. Jurnal Nukleus Peternakan Vol. 4(2): 155 – 162.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *