Kenapa daging babi haram?

Mau tau mengapa daging babi haram? Pada artikel ini babinesia akan membagikan informasinya. Simak penjelasannya berikut ini yah.

Babi merupakan bahan pembicaraan yang tabu untuk diperdengungkan oleh kalangan mayoritas melihat sudut pandang agama yang kadang dibumbui oleh unsur kebencian. Entahlah apa masalah pokoknya, namun ketakutan jumlah pengikut yang berkurang ataukah dogmatik ini cukup sukses untuk selalu melakukan provokasi di tengah umat yang kurang literasinya ini.

Ditinjau dari unsur sejarah, permasalahan unsur haram pada ternak babi sebenarnya tidak hanya pada kalangan agama Islam semata namun menyentuh agama samawi lainnya yakni agama Kristen dan agama Yahudi. Penulis Marvin Harris dalam bukunya yang berjudul “Sapi, Babi, Perang dan Tukang Sihir” telah menyatakan bahwa dalam tinjauan antropologi, salah satu alasan pengharaman babi di wilayah Timur Tengah karena alasan geografis khususnya daerah gurun dan terbatas stok persediaan air. Ternak babi sebagaimana yang diketahui termasuk ternak yang tidak tahan pada suhu panas dan membutuhkan banyak air untuk bertahan hidup.

Tinjauan unsur kesehatan lebih tidak relevan lagi, perihal adanya cacing pita yang terkenal yakni Taenia solium. Hal ini lantaran pada ternak lainnya juga banyak ditemukan cacing pita khususnya Taenia saginata pada ternak sapi bahkan dalam tubuh manusia terkenal cacing Ascaris sehingga faktor perihal haram dan halal kini tinggal menjadi unsur keyakinan sebuah agama. Apakah ingin tetap mengikuti aturan yang lama atau memperbaharuinya sesuai dengan konteks kekinian dengan catatan tidak menghilangkan makna yang sebenarnya.

Penjelasan Daud Kim dalam kanal youtube yang juga sempat dikutip oleh LPPOM MUI menjelaskan bahwa secara histori ternak babi dalam kapal nuh, memiliki peran membersihkan kotoran dari tubuh makhluk hidup lainnya. Artinya babi memiliki fungsi dalam ekosistem, namun demikian bukannya ternak lain juga memiliki lambung pencernaan tunggal yang dapat mengkonversi feses. Parahnya, ternak kelinci malah mengkonsumsi fesesnya sendiri karena pada fesesnya belum terserap sempurna. 

Namun dalam praktiknya, MUI malah menegaskan bahwa memakan daging kelinci halal  hukumnya. Bukannya ini adalah pertanda bahwa sekelas MUI pun kadang menjadi inkonsistensi dalam menetapkan sebuah aturan. Itu bisa anda akses pada link di bawah ini. Hal yang lebih lucu dilakukan oleh para Forum Umat Islam Semarang dikutip dari mojok.co bahwa Pork Festival yang akan diadakan haruslah diubah namanya menjadi Festival Kuliner Imlek. Bukankah ketidakjujuran seperti ini malah akan membuat masalah yang lebih besar. Bagaimana bila ada umat muslim yang datang lalu makan masakan yang dihidangkan tanpa tahu masakan itu!

Fatwa daging babi

Fatwa daging kelinci

Melihat persoalan diatas kami kembali pada pernyataan sebelumnya tanpa ingin mempertentangkan argumen, persoalan kehalalan dan keharaman sebaiknya dikembalikan kepada aturan agama masing – masing, tanpa memaksakan orang lain untuk mengkonsumsinya dan memberikan ruang yang luas untuk agama lain untuk bebas mengelolanya dengan aturan yang berlaku secara jelas dan cermat dari pemerintah.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang kenapa daging babi haram. Selamat membaca dan semoga bermanfaat yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasih K. 2017. Sebab Babi adalah Haram dan Musuh Umat Islam. Diakses dari: https://mojok.co/kal/esai/babi-adalah-haram-dan-musuh-umat-islam/
Khadafi A. 2020. Kenapa Babi Haram. Diakses dari: https://mojok.co/daf/corak/khotbah/kenapa-babi-haram/
LPPOM MUI. 2019. Penjelasan Muslim Korea Soal Alasan Daging Babi Haram. Diakses dari: http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/penjelasan-muslim-korea-soal-alasan-daging-babi-haram

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *