Kenali vitamin untuk pertumbuhan babi

Mau kenali vitamin untuk pertumbuhan babi? Berikut ini babinesia akan memberikan penjelasannya untuk kamu. Simak berikut ini ya.

Vitamin adalah nutrisi tambahan yang diperlukan oleh tubuh untuk menunjung kinerja serta fungsi tubuh lebih optimal. Pada umumnya, vitamin diperoleh dari bahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak babi karena tidak semua vitamin dapat diproduksi oleh ternak babi. Kebutuhan vitamin ternak babi tidaklah banyak namun sangat dibutuhkan dalam porsi kecil utamanya untuk proses metabolisme.

Vitamin dapat dibedakan menjadi dua secara umum yakni vitamin yang larut dalam lemak yaitu A, D, E dan K, sedangkan vitamin yang larut dalam air ialah yang mengandung karbon, hydrogen, dan oksigen seperti asam askorbat (vitamin C) dan vitamin B kompleks (thiamin, riboflavin, niacin, choline, pantotenat, piridoxin, biotin, asam folat, dan kobalamin).

Buat kamu yang ingin kenali vitamin untuk pertumbuhan babi, berikut ini adalah jenis – jenisnya.

Vitamin A

Beragam bentuk vitamin A namun yang paling penting ialah retinol dan dehydroretinol. Retinol yang dikenal juga vitamin A1 yang mempunyai aktivitas sebagai alkohol, aldehyde dan asam. Bentuk alkohol biasanya sebagai retinol, bentuk aldehyde sebagai retinal dan bentuk asam sebagai asam retinat.

Dehydroretinol atau vitamin A2 mempunyai ± 40% nilai aktivitas biologi. Selain itu, senyawa lainnya ialah disebut juga provitamin A, dapat diubah menjadi vitamin A dan precursor vitamin A. Konversi tikus dari beta karoten menjadi vitamin A digunakan sebagai standar dimana 1 mg beta karoten = 1667 IU vitamin A. Untuk ternak babi konversinya 30% dengan satuan IU atau USP. Vitamin A untuk tikus 0.3 µg (mikrogram) vitamin A alkohol atau 0.6 µg beta karoten murni.

Vitamin D

Vitamin D dikenal juga sebagai provitamin D atau precursor vitamin D. Dari bahan pakan diperoleh ergocalciferol (vitamin D2) dan cholacalciferol (vitamin D3) yang precursornya adalah cholesterol. Sumber vitamin D dapat diperoleh dari sinar matahari namun untuk ternak babi tetap membutuhkan vitamin D3.

Vitamin E

Alpha tocopherol mempunyai aktivitas biologi antara 1 – 50% dari alpha tocopherol lain sebagai vitamin E. Bahan pakan yang kaya vitamin E adalah gandum, jagung, padi, kedele, dan pastura. Sedangkan sumber sintesis ialah dari dedak padi dan lembaga gandum.

Vitamin K

Vitamin K dapat dibedakan atas dua bentuk yakni vitamin K1 (Phylloquinone atau phytylmenaquinone) yang terdapat pada tanaman hijau, dan vitamin K2 (menaquinone atau multiprenyl – menaquinone) yang disintesis dari mikroba termasuk bakteri dalam saluran pencernaan. Bahan pakan yang kaya vitamin K adalah butiran, tepung ikan, hay, bungkil kedele. Namun sumber utama vitamin K adalah menadion.

Vitamin B1 (Thiamin)

Thiamin sintesis (hydrochloride) umumnya lebih banyak digunakan di pasaran karena sifatnya yang stabil dan dianjurkan untuk digunakan secara oral.  Bahan pakan yang kaya thiamin ialah butiran sedangkan thiamin hydrochlorida dan thiamin mononitrat (sintesis) lebih banyak diperoleh dari dedak padi, ragi dan torula.

Vitamin B2 (Riboflavin)

Sumber riboflavin ialah susu, tepung hati, limbah unggas, tetapi sifat riboflavin dalam bahan pakan sangat sensitive sehingga digunakan ragi dan riboflavin sintesis sebagai sumber riboflavin pada bahan pakan ternak.

Vitamin B3 (Niacin)

Bahan pakan yang kaya dengan sumber niacin adalah dedak padi, tepung ikan, tepung hati, gandum, dan susu. Sumber utama nicotinamide dan niacin adalah secara sintesis dedak padi dan ragi.

Vitamin B4 (Cholin)

Kandungan choline dalam bahan pakan umumnya tinggi protein dan disintesis dari precursor dan asam amino.  Bahan pakan yang kaya choline adalah tepung biji lobak, terung, limbah unggas, tepung ikan, tepung daging dan tulang, butiran, bungkil kapas, dan bungkil kedele.  Sumber utama choline sintesis ialah lembaga gandum, ragi, dedak padi, kedele, dan lecithin.

Vitamin B5 (Pantotenat)

Asam pantothenat dapay diperoleh dari adalah tetes, susu, tepung hati, bungkil kacang tanah, dedak padi, dan pollard. Sumber utama asam pantothenat dari sintesis ragi, dedak padi, dan torula.

Vitamin B6 (Piridoksin)

Vitamin B6 dikenal ada 3 senyawa yaitu pyridoxine, pyridoxal dan pyridoxamine. Pyridoxine didapat dari produk tanaman, pyridoxal dan pyridoxamine didapat dari produk hewan. Namun  pyridoxine lebih sensitive dalam pengolahan dan penyimpanan sehingga perlu penambahan dalam pakan. Sumber vitamin B6 ialah tepung hewan, bungkil kedele, dan gandum. Sumber utamanya ialah dedak padi, pyridoxine HCL, lembaga gandum, ragi dan torula.

Vitamin B7 (Biotin)

Bahan pakan yang kaya dengan biotin adalah kecambah jelei, bungkil kapas, bungkil kedelai, dedak gandum, whey, sorghum. Sumber utama biotin sintetis ialah dedak padi dan ragi.

Vitamin B9 (Asam Folat)

Bahan pakan yang kaya dengan folacin atau asam folat ialah jagung, bungkil kapas, bungkil kedele, gandum, tepung daging, tepung ikan, whey.  Sumber utama untuk folacin sintesis (ptoroylglutamic acid atau PGA) ialah lembaga gandum dan ragi.

Vitamin B12 (Kobalamin)

Vitamin B12 adalah vitamin B yang paling besar dan kompleks yang tersusun atas C63H90O14NPCo.  Bahan pakan yang kaya vitamin B12 ialah dari hewan, ikan dan ragi.

Vitamin C (Asam Askorbat)

Ada dua bentuk vitamin C di alam yaitu asam askorbat (bentuk reduksi) dan asam dehydroaskorbat (bentuk oxidasi).  Dari semua vitamin, vitamin C adalah yang paling tidak stabil sehingga penggunaan vitamin C sintesis paling banyak digunakan dari cherry dan tangkai bunga mawar.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang kenali vitamin untuk pertumbuhan babi. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Laboratorium Fapet IPB. 2012. Pengetahuan Bahan Makanan Ternak. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Bidura IGNG, Partama IBG, Susila TGO. 2008. Limbah Pakan Ternak Alternatif dan Aplikasi teknologi. Denpasar; Udayana University Press.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *