Induk babi tidak mau makan sebelum melahirkan

Mau tau mengapa induk babi tidak mau makan sebelum melahirkan? Berikut ini adalah ulasan babinesia untuk kamu yah sahabat babinesia. Simak penjelasan artikel berikut ini sampai selesai yah biar kamu lebih banyak paham tentang dunia peternakan babi.

Manajemen pemeliharaan pembibitan babi utamanya terhadap induk babi kadangkala menjadi satu masalah yang kadang dihadapi oleh peternak babi. Sebagaimana diketahui bahwa induk babi memainkan peranan yang paling penting dalam usaha pembibitan babi. Artinya bila induk babi tidak bisa melahirkan dengan jumlah yang dikehendaki berarti kamu telah mengalami kerugian secara material.

Hal ini belum termasuk bila anak babi (piglet) dalam sebuah peternakan babi kamu mati, artinya secara material minimal Rp 500.000 paling murahnya. Masalah induk babi perlu mendapat perhatian yang cukup serius melihat urgentnya potensi kerugian bila tidak berhasil memecahkan masalahnya. Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan oleh peternak babi ialah induk babi yang tidak mau makan sebelum melahirkan.

Padahal nutrisi sangat dibutuhkan oleh induk babi untuk memberikan nutrisi pada anak babi yang sedang dikandungnya, persiapan pembentukan air susu dan memproses energi untuk  induk babi agar lebih mudah dalam melahirkan. Berikut ini adalah penjelasannya untuk kamu sahabat babinesia.

Pemberian nutrisi perlu ditingkatkan pada hari ke 90 sampai kebuntingan 1,36 kg pakan untuk mendapatkan anak babi yang lebih besar saat lahir, bobot induk yang lebih besar dan bobot anak babi yang lebih besar saat disapih, serta produksi asi yang berlimpah. Pemberian pakan pada ternak babi biasanya antara 2,3 – 3,6 kg/hari.

Pemberian pakan pada induk babi tidak diberikan pada saat proses kelahiran mulai dari awal persalinan hingga akhir terjadinya persalinan babi karena berbahaya dapat menyebabkan prolapsus vaginal hingga uterus. Dalam menentukan jumlah pemberian pakan terakhir selama kebuntingan masih menjadi tanda tanya besar yang bergantung pada paritas, pencahar dan ketersediaan sumber air.

Beberapa pakar peternakan telah mengemukakan dan membuktikan bahwa penurunan jumlah pemberian pakan di awal kelahiran dapat meningkatkan nafsu makan induk babi setelah kelahiran, kejadian hypogalactia, meningkatkan bobot badan lahir dan kegemukan yang dapat menyebabkan induk babi mengalami kesulitan saat partus atau melahirkan.

Berikut ini adalah pola pemberian pakan pada induk babi masa kebuntingan:

Kontrol2 kgAwal kebuntinga sampai kelahiran
Langkah 1

 

1,8 kgAwal kebuntingan sampai hari ke 85
2,7 kgHari ke 85 sampai pada kelahiran
Langkah 2

 

 

1,8 kgAwal kebuntingan sampai hari ke 75
2,7 kgHari ke 75 sampai pada hari ke 108
0,9 kgHari ke 108 sampai kelahiran


Berikut ini adalah perhitungan jumlah pakan yang diberikan dalam waktu 115 hari (235 kg) dengan estimasi diet protein sebesar:

KandunganKebuntinganMenyusui
Lysine0,551,0
Kalsium0,750,9
Phospor0,600,8
Garam0,50,6
Tambahan lemak3,0

Sumber: (NRC, 1998)

Pemberian pakan pada induk babi hari ke 108 diberi pakan laktasi kemudian diberi makan sekali sehari menjelang kelahiran. Lalu dilanjutkan pemberian pakan dua kali sehari setelah kelahiran. Di awal kelahiran sangat penting untuk merangsang nafsu makan induk babi dengan pemberian pakan “nafsu makan”. Tiga hari setelah kelahiran, anak babi disesuaikan ukurannya (ditimbang) untuk memberikan perlakuan khusus pada anak babi.

#Masalah babi ingat babinesia

Itulah ulasan singkat babinesia tentang mengapa induk babi tidak mau makan sebelum melahirkan. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Linden J. 2014. Feeding The Sow Around Farrowing. Diakses dari: https://www.thepigsite.com/articles/feeding-the-sow-around-farrowing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *