Diet protein ternyata dapat dilakukan dengan mengkonsumsi daging babi

Pada zaman dahulu kala, bukti kemakmuran seseorang ditentukan dengan ukuran berat badan karena tercukupi jumlah gizinya. Namun tren itu telah bergeser sejak beberapa tahun silam di mana kebanyakan orang menghindari untuk memiliki bobot badan berlebih karena beresiko menimbulkan beragam penyakit.Oleh karena itu, beberapa menerapkan pola hidup diet protein dan menghindari lemak dan karbohidrat. Karbohidrat mengandung gula yang berpotensi menyebabkan diabetes sedangkan penimbunan lemak dalam tubuh dapat beresiko penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol.

Salah satu bahan makanan yang mengandung protein yang tinggi ialah daging babi, namun ikutan menyumbangkan kandungan lemak yang cukup tinggi sehingga tidak menjadi pilihan sebagai bahan makanan diet. Tetapi, perlu diketahui bahwa ternyata pada bagian daging babi terdapat bagian lain yang rendah lemak loh! Yaitu bagian has dalam (tenderloin).

Nutrisi Tenderloin

Berikut ini adalah kandungan nutrisi dari daging babi has dalam (tenderloin) 100 gram.

Kalori (kcal) 143
Jumlah Lemak 3,5 g
Lemak jenuh 1,2 g
Lemak tak jenuh ganda 0,5 g
Lemak tak jenuh tunggal 1,3 g
Lemak trans 0 g
Kolesterol 73 mg
Natrium 57 mg
Kalium 421 mg
Jumlah Karbohidrat 0 g
Serat pangan 0 g
Gula 0 g
Protein 26 g
Vitamin A 0 IU Vitamin C 0 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 1,2 mg
Vitamin D 10 IU Vitamin B6 0,7 mg
Vitamin B12 0,6 µg Magnesium 29 mg

Kolesterol

Ketakutan mengkonsumsi daging babi berawal dari paradigma bahwa dengan mengkonsumsi daging babi mengandung kolesterol yang cukup berbahaya bagi tubuh. Faktanya, kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Vilhjalmur Stefansson membuktikan bahwa manusia bisa bertahan hidup hanya dengan memakan daging tanpa lemak, namun dia mengalami apa yang disebut sebagai “keracunan protein”. 

Secara umum, kolesterol dalam tubuh dapat dibedakan menjadi 3 jenis yakni kolesterol baik, kolesterol jahat dan trigliserida. Total kolesterol merupakan penggabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam setiap desiliter darah. Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi, sedangkan kadar kolesterol 200-239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi.

Kolesterol baik

Kadar HDL (kolesterol baik) dalam tubuh baik untuk kesehatan karena melindungi dari penyakit jantung. Kadar HDL minimal 60 mg/dL atau lebih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, sebaliknya, kadar HDL yang kurang dari 40 mg/dL justru menaikkan risiko penyakit jantung.

Kolesterol jahat

Kadar LDL (kolesterol jahat) sebaiknya berada pada ambang  rendah yaitu kurang dari 100 mg/dL  yang mana masuk dalam ambang batas toleransi. Jika melebihi kadar tersebut maka dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti ateroma, penyakit jantung, dan stroke.

Jumlah LDL 130-159 mg/dL memasuki ambang batas tinggi, dan jika jumlahnya telah mencapai 160-189 mg/dL sudah masuk level tinggi. Sedangkan jumlah LDL 190 mg/dL dan selebihnya, sudah berada pada level sangat tinggi.

Trigliserida

Trigliserida termasuk yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sehingga trigliserida yang rendah baik untuk kesehatan. Jumlah trigliserida 150-199 mg/dL dapat dikatakan berada pada ambang batas tinggi, dan jumlah 200 mg/dL atau lebih termasuk tingkat trigliserida tinggi. 

Pilih Bagian Has Dalam (Tenderloin)

Untuk anda yang sedang menerapkan diet protein bisa memilih bagian tenderloin. Pada bagian ini tidak terlalu mengandung banyak lapisan lemak namun tetap memberikan rasa yang gurih dan tentunya tetap juicy

Baca kemasan

Pada saat membeli daging dalam kemasan, maka upayakan untuk membeli dengan label “daging pilihan”, atau dalam bahasa Inggris “choice”, “select,” dan bukan yang “prime”. Daging jenis “prime” biasanya mengandung lebih banyak lemak.

Presentase kadar lemak pada kemasan

Pada saat hendak membeli daging babi, perhatikan presentase lemak pada daging babi. 

Daging giling atau slice

Jika anda benar – benar mengharapkan lemak yang sedikit, mungkin anda harus lebih mengamati pada  beberapa daging yang telah digiling karena kemungkinan pedagang bertindak nakal. Namun beberapa pilihan bisa amati pada daging slice yang mungkin telah memisahkan bagian lemak dan dagingnya tetapi anda wajib merogoh kocek yang cukup dalam.

Itulah ulasan singkat babinesia mengenai daging babi yang dapat anda jadikan bahan diet protein. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 

DAFTAR PUSTAKA

Noya, Allert Benedicto Ieuan. 2019. Ini Alasan Daging Tanpa Lemak Sebaiknya Jadi Pilihan. 
Diakses dari: https://www.alodokter.com/ini-alasan-daging-tanpa-lemak-sebaiknya-jadi-pilihan
P2PTM Kemenkes RI. 2018. Apakah diet protein tinggi benar-benar sehat? Jawabannya mengejutkan. 
Diakses dari: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/apakah-diet-protein-tinggi-benar-benar-sehat-jawabannya-mengejutkan
Alodokter. 2020. Pentingnya Mengetahui Tingkat Kolesterol Normal. Diakses dari: 
https://www.alodokter.com/pentingnya-mengetahui-tingkat-kolesterol-normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *