Data penyakit ternak babi di Indonesia

Mau tau tentang data penyakit ternak babi. Berikut ini babinesia akan membagikan informasinya untuk kamu sahabat babinesia. Dalam artikel ini  belumlah selengkap yang diharapkan namun paling tidak bisa menjadi pegangan untuk kamu sahabat babinesia.

Berikut ini adalah data penyakit ternak babi:

Penyakit  bakterial

PenyakitPenyebabBentukDindingPemeriksaanOrgan Target
AnthraksBacillus anthracisBerbentuk lurus panjang dengan ujung sikuBerkapsul dan memiliki spora. Gram positif dan aerobPengambilan sampel limfe submaxillaris dan limfe cervicalisLimpa, khusus pada babi subparotidea dan larynx
Atropic Rhinitis Pada BabiPasteurella multocida yang disertai dan tidak Bordetella bronchosepticaBerbentuk batang atau coccobacillusMotil, gram negative, tidak berspora dan aerobSwab dari hidung atau tonsilTulang turbinatum hidung
BrucellosisBrucella suisBerbentuk batang halus ukuran panjang (0,5-2 mikro) lebar (0,4-0,8 mikro)Gram negative, tidak berspora dan aerobLgl mandibularis, gastrohepatica, iliaca interna, dan suprapharyngealis. Untuk mengambil limfoglandula atau bagian dari organ, tenunan sekitar ambing disterilkan.Kegagalan reproduksi
“Black disease” Sudden death syndromeClostridium novyiberukuran 0.8-1.0×10 mikron, berbentuk batang lurus dengan ujung tumpulBakteri anaerob, berspora dan tidak berkapsul, gram positif dan motilHemaglobinuria dengan spesimen nekropsi hatiDarah dan kulit hitam
CollibacillosisEscherichia coliberbentuk batang berukuran 0,5×1,0-3,0 mikrometerGram negatif, motil dan tidak membentuk sporaDarah jantung (dengan antikoagulan), usus (dengan isinya), kelenjar mesenterialis, jantung, limpa, cairan cerebrospinal dan usapan feses (faecal swab).Saluran

pencernaan

ErysipelasErysipelathrix insidiosaberbentuk batang halus, panjang 0,5-2,5 micrometertidak membentuk spora, tidak bergerak dan bersifat Gram positifPemeriksaan adalah ginjal, limpa, hati, dan persendian serta tonsilBercak merah di kulit
LeptospirosisLeptospira intterogansberbentuk batang helikoidal yang lentur dengan diameter 0,1 µm dan panjangnya 6-12 µmGram negative dan aerob obligatSpesimen untuk pemeriksaan serologis berupa serum. BSAD (bovine serum albumin diluent) untuk isolasi agenKegagalan reproduksi
ListeriosisListeria monocytogenesberbentuk bulat panjang, ukuran 0,5-1,2 µ, tidak berselaputGram positif, tidak berspora dan motilSpesimen yang diambil dapat berupa swab dari vagina atau otakRadang otak
Mastitis1.  Streptococcus agalactiae,

2.  Streptococcus disgalactiae

3.  Streptococcus uberis

4.  Streptococcus zooepidemicus

5. Staphylococcus aureus

6. Escherichia coli

7.  Enterobacter aerogenes

8.  Pseudomonas aeruginosa

  Mengambil susu secara langsung dari setiap kwartir dengan cara aseptisAmbing susu
ParatuberkulosisMycobacterium paratuberculosisberbentuk batang tebal pendek berukuran kira-kira 0,5-1 mikron, bersifat sangat tahan asam Potongan kecil (± 2 cm) usus halus plus isinya (dipotong pada sekitar katup ileosekal atau jejunum), ulas dari kerokan mukosa usus kecil, mukosa rektum dan dari fesesSaluran pernafasan
SalmonellosisSalmonella abortusberbentuk batang langsingTidak membentuk spora, tidak berkapsel, gram negativePada hewan mati pengiriman bahan pemeriksaan dapat berupa jantung atau darah jantung, hati, limpa, potongan usus dan limfoglandula mesenterialis.Gastroenteritis dan abortus
Septicemia epizooticaPasteurella multocidaBentuk koloni tidak selalu seragamBersifat Gram negatif, tidak membentuk spora, non motil dan berselubung (kapsul)Ulas darah jantung, Pipet pasteur yang berisi cairan busung atau darah jantung dan Potongan alat-alat tubuh seperti jantung, limpa, ginjal, kelenjar limfe dan sumsum tulang yang dimasukkan dalam larutan gliserin garam faali 50%Gangguan pernafasan
StreptococcosisStreptococcus suisBerbentuk kokus dan berantaiBersifat Gram positifSpesimen yang diambil adalah hati, jantung, paru, limpa, ginjal, kelenjar limfe dan otak.Septikemia, meningitis dan endokarditis
TetanusClostridium Tetaniberbentuk batang Iangsing, berukuran 0.4-0.6×2-5 mikronGram positif, dan cepat berubah menjadi Gram negatif pada biakan yang lebih tua, spora, dan bersifat motilJarang. Sampel darah dapat diambil sebagai usaha untuk pemeriksaan adanya toksin dalam darahSpasmus otot
TuberculosisMycobacterium suisberbentuk batang lurus Iangsing, berukuran 0,5 x 2-4 um,bersifat tahan asam dan patogenik dan gram prositifParu-paru, hati dan limfa, juga semua kelenjar- kelenjar limfe pada bagian kepala dan usus, termasuk dahak yang ada dalam saluran pernapasan.Organ dan saluran pernafasan

Penyakit virus

PenyakitPenyebabBentukDNA/RNAPemeriksaanOrgan Target
Enzootic Bovine leukosis (EBL)Virus bovine leukosisVirus berukuran 70- 110 nm, berbentuk bulat kasar, bersifat pleomorfik, diselubungi amplopstranded Ribonucleic Acid (ss-RNA), enzim seperti reverse transkriptase.Untuk pemeriksaan histopatologi dapat dikirimkan organ limfoid difiksasi dalam bufer formalin 10%, sedangkan untuk isolasi virus dapat dikirimkan darah yang diberi antikoagulan atau jaringan tumorLimfosit dan limfosarkoma
Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR)Bovine herpesvirus-1Virus herpes berbentuk kuboid simetri dengan kapsid icosahedral, diameter 100-150 µmDouble stranded deoxyribonucleic acid (ds-DNA)Jaringan dari hewan terinfeksi (paru, trachea) atau yang berupa organ reproduksi dimasukkan dalam gliyserine 50 %. Spesimen dikirim dalam kondisi dinginSaluran pernafasan (pneumonia)
Cacar babiSwinepoxvirusPartikel virus ini dibungkus oleh struktur membran (amplop). Bentuk virus seperti cakram atau bundar dan berukuran 300 -350 nm x 200-250 nmBeruntai tunggal (ss- DNA) dengan berat molekul 80x106DSpesimen untuk isolasi virus diambil dari jaringan lepuh atau keropeng kulit dan ditampung dalam botol berisi media transpor, seperti bufer fosfat gliserin 50% atau media Hank’s yang mengandung antibiotik.Lesi kulit
Hog choleraGenus Pestivirusantara 40-50  nm dengan nukleokapsid berukuran 29 nm.  Virus HC memiliki amplop.Single stranded Ribonucleic Acid (ss-RNA)PemusnahanKematian
Porcine Reproductive and Respratory SyndromeGenus AsterivirusBentuk virus bundar dan beramplopVirus tersusun atas RNASpesimen untuk isolasi diambil jaringan paru, limpa dan kelenjar limfe kemudian dimasukan kedalam botol berisi media tranpor gliserin fosfat bufer 50% atau media Hank’s yang mengandung antibiotika.Penyakit reproduksi dan respirasi
PseudorabiesAlphaherpesvirusDi sebelah luar dari nukleokapsid terdapat lapisan protein sebagai amplop. Bentuk virus adalah ikosahedral dan viriori yang lengkap berukuran 150 nmTersusun atas DNA beruntai ganda double stranded dioxyribonucleic Acid (ds-DNA) dengan berat molekul 70 x 106, dalton.Spesimen untuk isolasi virus diambil swab tonsil menggunakan dacron- tipped aplicator yang mengandung medium Eagle’s minimum esensial, otak, medulla, paru-paru dan plasentaGejala syaraf, respirasi dan gangguan reproduksi

Penyakit jamuran

PenyakitPenyebabBentukKhamir/KapangPemeriksaanOrgan Target
AspergillosisAspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger dan Aspergillus Ochracius  Spesimen untuk pemeriksaan terhadap aspergillosis dapat berupa cairan bronkhial, kerokan kulit jaringan biopsi/seksi, berupa nodula pada paru, bronkhi dan organ tubuh lainKeracunan, sistemik peredaran darah

Penyakit parasitik

PenyakitPenyebabBentukParasitPemeriksaanOrgan Target
AnaplasmosisAnaplasma ovis / A.suisAnaplasma marginale terdapat di dalam sel darah merah, berbentuk bulat dan padat berwarna merah. A.marginale (pinggir) dan A.centrale di bagian tengahProtozoa darahPemeriksaan preparat ulas darah tipis dan tebalProduktivitas dan darah
BabesiosisB.bigemina, B.divergens dan B.bovisBabesia bovis berbentuk cincin- signet yang bervakuol dan mempunyai merozoit berukuran 1,5-2,4 mm yang terletak di tengah- tengah eritrosit, sedangkan B.bigemina berbentuk periform, bulat,oval atau tidak teratur, berpasang-pasangan dengan ukuran diameter 2-3 mm dan panjang 4-5 mm.Protozoa darahPemeriksaan preparat ulas darah tipis dan tebalProduktivitas dan darah
CysticercosisLarva Cycsticercus (T. Solium)Cysticercus berbentuk gelembung yang bulat atau oval dengan satu kepala atau dinding yang menonjol ke dalam gelembung. Semakin tua dinding tersebut semakin tebal sehingga membentuk kista.Nematode ususBahan pemeriksaan Cysticercus (C.cellulose dan C.bovis) diambil dari bagian jaringan otot masseter, diafragma, otot jantung, dada dan daerah perut, yang dicurigai adanya kista dari T.soliumUsus (saluran pencernaan)
DemodecosisDemodex sp (D.phylloides)Seperti cerutu atau wortel, mempunyai 4 pasang kaki yang pendek dan gemuk serta memiliki 3 ruas. Bagian perutnya terbungkus kitin dan bergaris melintang menyerupai cincin serta memipih ke arah caudal. Ukuran tungau bervariasi antara 0,2 – 0,4 mm.EktoparasitKerokan pada kulit yang terinfeksi tungau dimasukkan ke dalam cawan petri tanpa ditambah larutan apapun, atau ditambah larutan Glycerol 5-10 %Kulit
EchinococcosisEchinococcus granulosusCacing dewasa hidup dalam usus kecil mamalia dan larva pada jaringan inangnya, cacing dewasa berbentuk gilik, kecil, panjang 2,1-5,0 µ, biasanya hanya terdiri dari 3 proglotid, lebar 33,2 – 39,8 µ, telur cacing menyerupai telur Taenia dan ukurannya 32-36 µ x 25- 30 µ.EndoparasitUntuk pemeriksaan mikroskopis, otot/organ yang dikirim diambil dari tempat yang dicurigai, misalnya otot lidah, diafragma, interkoste yang dimasukkan ke dalam larutan formalin 10 %. Darah diambil dari babi yang dicurigai, lalu ditampung dalam tabung reaksi sebanyak 3-5 mlSaluran pencernaan
FasciolosisFasciola gigantica dan Fasciola HepaticaFasciola gigantica secara eksklusif terdapat di daerah tropis, berukuran 25-27x 3-12 mm. Fasciola hepatica ditemukan di daerah yang beriklim sedang dengan ukuran 20-30×10 mm.EndoparasitUntuk pemeriksaan mikroskopis, otot/organ yang dikirim diambil dari tempat yang dicurigai, misalnya otot lidah, diafragma, interkoste yang dimasukkan ke dalam larutan formalin 10 %. Darah diambil dari babi yang dicurigai, lalu ditampung dalam tabung reaksi sebanyak 3-5 mlSaluran pencernaan
Myasislalat primer (Chrysomya bezziana atau the Old World Screwworm Fly), lalat sekunder (C.megacephala, C.rufi facies, C.varipes, Hemypirellia, Sarcophaga sp) dan lalat tertier (Musca spp) EktoparasitSampel larva dikoleksi dari luka dan dimasukkan ke dalam kontainer plastik. Apabila larva masih berada didalam jaringan, luka ditetesi dengan minyak kayu putih atau larutan hydrogen peroksida 3%. Larva yang telah dikoleksi disiram dengan air panas selama 10 detik sehingga larva mengalami kontraksi. Selanjutnya, larva yang telah mati, dimasukkan ke dalam etanol 80% atau isopronil alkohol dan diberi labelKulit
ToxoplasmosisToxoplasma gondiiProtoza ini mampu menginfeksi semua sel berinti, termasuk makrofag yang seharusnya berfungsi memfagositosis dan mengeliminasi pathogen.Protozoa darahSampel pada babi yang keguguguran diambil dari kotiledon plasenta atau jaringan otak.Reproduksi
Scabies atau kudisSarcoptes scabiei var suisventral. Permukaan tubuhnya bersisik dan dilengkapi dengan kutikula serta banyak dijumpai garis paralel transversal. Stadium larva mempunyai tiga pasang kaki, sedangkan stadium dewasa dan nimpa memiliki empat pasang kaki yang pendek dan pipih.ektoparasitSampel kerokan kulit diambil dari hewan penderita. Apabila dapat segera diperiksa di laboratorium, maka dianjurkan untuk mengambil kerokan kulit tanpa bahan pengawet.Kulit

Itulah ulasan singkat babinesia tentang data penyakit ternak babi di Indonesia. Selamat membaca dan semoga data penyakit ternak babi ini dapat bermanfaat yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2012. Manual Penyakit Hewan Mamalia. Jakarta: Kementan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *