Cara memilih jagung pakan babi

Mau tau tentang cara memilih jagung pakan babi. Pada artikel ini, babinesia akan berbagi khusus untuk kamu sahabat babinesia, simak informasinya berikut ini yah.

Salah satu komponen utama dalam melakukan formulasi pakan ternak babi ialah kebutuhan akan sumber energy yang masih dominan disuplay dari produksi petani jagung lokal. Penggunaan jagung sebagai bahan pakan ternak babi cukup beralasan lantaran kandungan gizi jagung yang cukup tinggi sekitar 70% karbohidrat, 10% protein, 5% lemak, dan pati lebih dari 60 – 80% yang mudah dicerna karena serat kasar yang rendah.

Pada artikel berikut ini akan dijelaskan dengan padat, ringkas dan jelas cara memilih jagung pakan babi yang berkualitas:

Harga bahan baku jagung

Hal pertama dan tujuan utama memilih bahan jagung pakan babi tentunya ingin mendapatkan harga bahan baku jagung yang lebih murah dengan kualitas terbaik. Berdasarkan Permendag No. 21 Tahun 2016 harga jagung yang di tingkat petani berada pada kisaran sebesar Rp. 3.150,-/kg (kadar air 15%) dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) belum jelas.

Pada kenyataannya, kami harus jujur mengatakan bahwa harga jagung pada umumnya berfluktuatif yang bisa kadang sangat rendah sekitar Rp 2.500,-/kg dan bisa sangat tinggi sekitar 4.000 – 5.000,-/kg di tingkat Petani. Hal berbeda jika jagung telah berada di toko pakan dan obat ternak yang bisa menyentuh harga terendah Rp 6.000,- dan  tertinggi bisa sampai Rp 10.000,- bahkan lebih.

Kondisi akan membuat puyeng peternak babi karena tujuan awal untuk menekan harga pakan babi dengan melakukan formulasi malah lebih berkebalikan. Hal ini belum menjamin bahwa kandungan nutrient dan jumlah gizi yang diformulasikan tepat untuk ternak babi kamu. Oleh karena itu, sebelum kamu terjun dalam formulasi pakan ternak babi lakukan:

  1. Analisis potensi dan stok jagung di kabupaten/kota kamu. Apakah tersedia dalam jumlah banyak dan cukup melimpah sehingga harga tidak berfluktuasi.
  2. Lakukan perhitungan bila melakukan formulasi. Apakah lebih hemat atau lebih bengkak, faktanya kamu tidak hanya membutuhkan jagung namun sumber protein, mineral, vitamin, dan lain – lain.
  3. Analisis kebutuhan masyarakat setempat kamu. Apakah dijadikan sebagai bahan pangan menggantikan nasi atau telah banyak pabrik pakan ternak yang telah bermitra dengan petani setempat. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada harga jual jagung nantinya.

Uji fisik jagung

Pengujian jagung secara fisik atau biasa juga disebut uji organoleptic merupakan serangkaian uji yang paling gampang dan mudah untuk dilakukan oleh kamu peternak babi. Dalam penilaian uji fisik hanya didasarkan pada kemampuan panca indra sehingga pengalaman dan jam terbang yang tinggi sangat menentukan, dalam hal ini bersifat subjektif oleh peternak yang memilih.

Adapun hal yang dilakukan dalam menguji kualitas jagung secara fisik meliputi:

  1. Melihat, bagaimana warna normal dari jagung, apakah terdapat jamur atau tidak, butiran yang pecah, dan lain – lain.
  2. Meraba, bagaimana jagung saat diraba dengan tangan, apakah terasa lembab, kering, kasar, halus atau panas, dan lain – lain.
  3. Mencium, bagaimana bau yang dihasilkan dari jagung yang akan dibeli, apakah berbau segar, tengik, asam, busuk, dan lain – lain.
  4. Merasa, bagaimana jagung pada sata dicoba dicicipi, apakah terasa asin atau tawar, dan lain – lain.

Uji kimia jagung

Pengujian secara kimiawi ialah pengujian bahan baku jagung secara kuantitatif, artinya dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya walaupun tidak menjamin 100%.  Pengujian secara kimiawi dilakukan dengan peralatan laboratorium sehingga penilaian bersifat objektif terhadap kualitas pakan jagung yang akan diuji.

Berikut ini adalah beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengujian jagung sebagai pakan ternak, meliputi:

  1. Kadar air
  2. Protein kasar
  3. Lemak kasar
  4. Serat kasar
  5. Abu (mineral)
  6. Kalsium dan fosfor
  7. Kadar mikotoksin
  8. Kadar energy
  9. Kadar garam

Standar kualitas pabrik pakan

Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2013 mengeluarkan edaran bahwa persyaratan mutu jagung dapat diukur dan diklasifikasikan berdasarkan mutu I dan mutu II, berikut ini:

ParameterSatuanPersyaratan
Mutu IMutu II
Kadar air (maks)%14,016,0
Protein kasar (min)%8,07,0
Mikotoksin

–          Aflatoksin (maks)

–          Okratoksin

 

mg/kg

mg/kg

 

100,0

20,0

 

150,0

Tidak dipersyaratkan

Biji rusak (maks)%3,05,0
Biji berjamur (maks)%2,05,0
Biji pecah (maks)%2,04,0
Benda asing  (maks)%2,02,0

Standar kualitas pabrik pakan

Pabrik pakan ternak membutuhkan jumlah jagung kuantitas yang cukup banyak yang tentu saja akan menentukan harga tinggi dan rendahnya jagung di pasaran. Menurut Lingga yang juga merupakan Manager Purchase PT Charoen Pokhpand Indonesia, bahwa kebutuhan perusahaan tersebut saja jumlahnya sebanyak 1500 Mts/hari atau 250 ha/hari dalam pertahun mencapai 90.000 ha/tahun, dengan asumsi produktivitas 6 ton/ha untuk pipilan kering.

Pada kenyataannya jumlah tersebut belum mampu tercapai di beberapa daerah sehingga kadang terjadi kelangkaan stok jagung mengakibatkan harga jagung yang bisa melambung sangat tinggi, namun akan kita bahas pada pembahasan lainnya. Berikut ini adalah standar kualitas jagung pipil yang diterima oleh perusahaan pabrik pakan ternak sekelas PT. Charoen Pokhpand Indonesia:

  1. Kadar air : 15%
  2. Aflatoksin : 100 PPB
  3. Screen test : 16%
  4. Biji pecah : 4%
  5. Biji rusak : 6%
  6. Biji jamur       : 4%
  7. Kotoran fisik : 2%

#Masalah babi ingat babinesia

Itulah ulasan singkat babinesia tentang cara memilih jagung pakan babi. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Rukmini. 2017. Kualitas Jagung yang Diterima Perusahaan Besar Pakan Ternak. Diakses dari http://banten.litbang.pertanian.go.id
Standar Nasional Indonesia. 2013. Jagung – Bahan Pakan Ternak.
Medion. 2016. Pentingnya Kontrol Kualitas Pakan Ternak. Diakses dari http://info.medion.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *