Cara membuat pakan babi fermentasi

Mau membuat formulasi pakan babi sendiri dengan memanfaatkan teknologi fermentasi namun bingung caranya? Berikut ini babinesia berikan panduannya yah. Simak penjelasannya berikut ini.

Teknologi fermentasi merupakan sebuah teknologi sederhana yang memanfaatkan mikroorganisme renik yang menguntung untuk memecah senyawa organic menjadi lebih sederhana. Proses akhirnya dapat meningkatkan kandungan nutrisi bahan pakan seperti protein dan serat kasar dan menurunkan kandungan lemak. Selain itu, fermentasi dapat mensintesis vitamin dan asam amino.

Pemanfaatan teknologi fermentasi untuk pakan ternak dari segi efisiensi untuk skala komersial tidak mendukung sehingga lebih disarankan penggunaannya oleh peternak babi rumahan atau yang sedang mengembangkan peternakan babi organic.

Fermentor Pakan Fermentasi

Proses fermentasi pada dasarnya hanya membutuhkan glukosa, substrat dan keadaan anaerob namun dengan menggunakan mikroorganisme dapat mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kandungan nutrisi pada pakan yang dihasilkan. Adapun sumber glukosa yang dapat digunakan ialah gula merah, gula pasir, dan air cucian beras.

Keadaan anaerob perlu diperhatikan mencakup lama fermentasi bervariasi tergantung jenis mikroorganisme yang digunakan namun umumnya berlangsung 3 hari dan maksimal 2 minggu. Selain itu, suhu fermentasi juga ditentukan oleh mikroorganisme dan kadar air substrat yang digunakan (45 – 55%).

Beberapa jenis mikroorganisme yang digunakan atau dicampur ke dalam pakan ternak seperti ragi (Saccharomyces cerevisae) Aspergillus oryzae, Aspergillus niger, Lactobacillus sp. dari tanah dan saluran pencernaan ternak, dan produk komersial seperti starbio, probion, starbio, dan EM4 (Wina, 2005) namun kamu bisa menggunakan produk yakult yang lebih simple dan harganya yang lebih murah.  

Berikut ini adalah beberapa hasil penelitian dengan memanfaatkan teknologi fermentasi pakan:

MikroorganismeSubstratProtein Sebelum FermentasiProtein Sesudah Fermentasi
Aspergilus nigerLumpur sawit11,00-12,0023,00
Aspergilus nigerBungkil kelapa21,6937,40
Aspergilus niger, NRRL 337Bungkil inti sawit14,1925,06
Aspergilus nigerAmpas sagu2,3016,30
Aspergilus nigerSingkong2,0023,37
Aspergilus nigerOnggok1,8514,74
Rhizopus oligosporusBiji karet19,2030,15

sumber: Pasaribu, 2007

Langkah Pembuatan Pakan Fermentasi

Berikut ini adalah alat dan bahan untuk membuat pakan fermentasi:

  • Alat : pisau atau mesin cacah, sekop atau alat pengaduk, drum untuk tempat fermentasi
  • Bahan: sayuran limbah pasar, batang pisang, dedak padi, ampas sagu, onggok dan lainnya
  • Fermentor: EM4, yakult, kapang Aspergillus niger atau A. oryzae
  • Sumber glukosa: gula merah, gula pasir
  • Air

Langkah pembuatan:

  1. Larutkan fermentor 3 tutup botol EM4 atau 2 buah botol yakult pada 1liter air dalam ember kemudian tambahkan gula pasir ½ kg. Bila menggunakan kapang tidak perlu dilarutkan namun dapat diinokulasikan langsung pada bahan namun perlu dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.
  2. Cacah bahan pakan yang digunakan baik sayuran, batang pisang, dan lainnya. Semakin kecil maka semakin baik dengan menggunakan pisau maupun mesin cacah.
  3. Campurkan dedak padi pada bahan yang telah dicacah, bila dikepal agak basah namun tidak mengeluarkan air (hal ini untuk mencegah pakan yang dihasilkan tidak berbau busuk).
  4. Bahan kemudian dimasukkan ke dalam drum plastic besar kemudian dibasahi dengan larutan EM4 yang sebelumnya telah dibuat secukupnya.
  5. Tutup rapat dan jangan biarkan adanya udara, lalu diamkan selama 7 hari. Proses fermentasi dapat berlansung selama 4 hari namun untuk hasil maksimal dapat menggunakan waktu 1 minggu.
  6. Pakan babi siap digunakan.

Pemberian pakan babi fermentasi pada babi perlu ditambahkan pakan konsentrat pabrikan untuk merangsang nafsu makan babi di awal pemberian. Perlu dicatat bahwa keberhasilan teknologi fermentasi sangat bergantung pada bahan yang digunakan, suhu fermentasi dan mikroorganisme yang digunakan.       

Itulah ulasan singkat babinesia tentang cara membuat pakan babi fermentasi. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Pasaribu T. 2007. Produk Fermentasi Limbah Pertanian Sebagai Bahan Pakan Unggas di Indonesia. Wartazoa Vol. 17(3): 109 – 116.
Wina E. 2005. Teknologi Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Pakan untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia di Indonesia: Sebuah Review. Wartazoa Vol 15(4): 173 – 186.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *