Biosecurity pada peternakan babi rakyat

Mau tau cara menerapkan biosecurity pada peternakan babi rakyat? Berikut ini babinesia bagikan ulasannya untuk anda.

Menerapkan biosecurity merupakan langkah pencegahan selain vaksinasi yang tepat namun kurangnya edukasi disertai dengan pengalaman para peternak yang menganggap pemberian desinfektan hanya membuang rupiah menjadi kendala kurangnya penerapan biosecurity di lingkungan peternakan rakyat. Hal ini menyebabkan banyak babi yang terserang penyakit diantaranya penyakit ASF (African Swine Fever) yang sampai sejauh ini belum ada vaksinnya.

Tetapi biosecurity pada peternakan babi tidak hanya mencakup desinfektan namun titik kritis kemungkinan terjadinya penyakit yang akan dibahas lebih jauh berikut ini.

Berikut ini dalah cara menerapkan biosecurity pada peternakan babi rakyat.

Desinfeksi Orang

Sebelum memasuki kandang ternak babi, pastikan untuk melakukan desinfeksi pada diri anda sendiri, dokter hewan, mantri hewan, atau orang lain yang hendak masuk ke dalam kandang.

  • Untuk orang menggunakan desinfektan sodium hipoklorit
  • Untuk pakaian kandang menggunakan desinfektan sodium hipoklorit atau asam sitrat

Desinfeksi Barang

Lakukan desinfeksi pada peralatan dan kandang ternak babi anda secara teratur, pakan yang masuk ke dalam kandang, truk serta peralatan pengangkut.

  • Untuk kandang dan peralatan menggunakan desinfektan sodium hipoklorit, kaporit, dan soda api
  • Untuk pakan (pakan basah) dapat dibakar atau dididihkan
  • Untuk lingkungan dan air menggunakan desinfektan sodium hipoklorit, kaporit, dan soda api
  • Untuk mesin dan kendaraan menggunakan desinfektan sodium hipoklorit, kaporit, dan soda api
  • Untuk alat elektronik menggunakan desinfektan gas formaldehid

Desinfeksi Hewan

Sebelum babi yang baru masuk ke dalam kandang, baik induk babi, pejantan dan anak babi (piglet) perlu didesinfeksi terlebih dahulu.

  • Untuk bangkai babi menggunakan desinfektan soda api, asam hidroklorit, dan dibakar
  • Untuk kotoran babi menggunakan desinfektan soda api, asam hidroklorit, dan dibakar
  • Untuk babi menggunakan desinfektan sodium hipoklorit

Pembasmian Vektor

Lakukan pembasmian pada vektor yang berpotensi menularkan penyakit pada peternakan babi anda seperti nyamuk, lalat, kecoa, tikus, burung, ayam, dan lain – lain.

Jenis Desinfektan

Formaldehida (formalin)
  • Spektrum luas
  • Larutan berbahan dasar air dengan formaldehida 37%
  • ASF dinonaktifkan dengan 3/1000 formalin (30 menit)
  • Paling sering digunakan melawan ASF sebagai uap (Fumigasi) melalui perangkat listrik
  • Sangat beracun bagi Manusia
Glutaraldehyde
  • Spektrum luas
  • Bekerja paling kuat pada pH 7,5 plus minus 0,85
  • Kurang korosif terhadap logam, karet dan plastik
  • Sangat beracun bagi Manusia
Natrium hipoklorit (Pemutih) Kalsium hipoklorit (Pemutih bubuk)
  • Banyak digunakan untuk desinfeksi permukaan keras spektrum luas
  • ASF dinonaktifkan dengan 0,03% – 0,5% Chlorine (30 menit)
  • Sisa toksisitas yang relatif rendah
  • Korosif pada logam
  • Khasiat kurang cepat dengan bahan organic
  • Efektivitas berkurang dengan penyimpanan yang diperpanjang
Senyawa Yodium
  • Stabil dalam penyimpanan
  • Kurang beracun bagi manusia
  • Korosif pada logam
  • ASF menonaktifkan senyawa yodium 2 – 3% (30 menit)
  • Khasiat kurang cepat dengan bahan organik
Kalsium Hidroksida (Jeruk Nipis)
  • Banyak digunakan dalam produksi ternak termasuk pengolahan bubur dan pengolahan air limbah
  • ASF dinonaktifkan dengan 1% kalsium hidroksida (3 menit) 0,5% kalsium hidroksida (30 menit)
  • Aplikasikan di tanah/lantai lumbung agar tampak putih. Dalam kasus wabah penyakit gunakan jumlah yang cukup
  • Mudah didapat dan mudah diaplikasikan (kuas)
  • Membutuhkan waktu kontak dan kelembapan yang lama
  • Aplikasi sering diperlukan saat digunakan di luar ruangan
Natrium Hidroksida (Soda Caustic)
  • Agen virucidal terkuat
  • ASF dinonaktifkan dengan 8/1000 natrium hidroksida (3 menit), 0,5% natrium hidroksida (30 menit)
  • Efektif dengan adanya bahan organik
  • Sangat berbahaya dan membutuhkan perhatian khusus saat menangani
Kuanterner Amonium Senyawa (QAC)
  • Biasa digunakan dalam sanitasi lingkungan biasa
  • Umumnya toksik rendah tetapi kontak dalam waktu lama dapat mengiritasi kulit dan saluran pernapasan
  • Efektif untuk virus envelope termasuk virus ASF
  • Dinonaktifkan dengan bahan organik
Fenol (Clesol, Lysol, Lysephoform, Kreolin)
  • Efek ditingkatkan dengan EDTA dan suhu hangat
  • Bakteriostatik konsentrasi 0,1% -1%
  • Bacteriocidal dan Fungicidal pada 1% – 2%
  • ASF dinonaktifkan dengan 3% ortho phenilphenol (30 menit)
  • Efek diturunkan oleh media alkali, lipid, sabun dan suhu rendah, tetapi lebih aktif dengan adanya bahan organik dibandingkan disinfektan lainnya
  • Aktivitas ditingkatkan oleh EDTA dan suhu hangat
  • Kresol memiliki toksisitas yang lebih rendah dan desinfektan yang lebih kuat daripada Fenol
Senyawa Muliti-kontituen (VirkonS, Lysoformin, EcocidsS, Virocid, Pheno-Cen, Pembasmi kuman penyakit deterjen, pemutih Clearon tablet, dll)
  • Terapkan sesuai instruksi produk.

Biosecurity Pada Kandang Babi

Sebuah peternakan dengan 10 ekor ternak babi memiliki kandang seluas 10 meter persegi, berapa banyak desinfektan yang diperlukan?

Untuk 1 ekor babi membutuhkan luas kandang 1 m2 luas kandang, sehingga luas kandang 10 m2

  • Luas yang di desinfeksi adalah 2.5 x 10 meter = 25 m2
  • Kebutuhan desinfektan tiap m2 = 300 ml (rata – rata untuk area permukaan)
  • Dosis untuk pemakaian 100 ml: 10 L

Kebutuhan desinfektan = 25 m2 x 300 ml x 100 ml = 750.000 ml

Berarti digunakan sebanyak 75 ml desinfektan sekali semprot.

Perhitungannya dapat dilakukan dengan cara:

  • Penyemprotan yang dilakukan sebanyak 1 kali/minggu, sehingga membutuhkan 300 ml desinfektan/bulan
  • Harga desinfektan ialah Rp 100.000/L

Jumlah yang dikeluarkan untuk pemakaian selama 1 bulan ialah:

  • Jumlah pengeluaran=(300 ml)/(1000 ml)×Rp 100.000
  • Jumlah pengeluaran=Rp 30.000/bulan
  • Bila estimasi waktu pemeliharaan 6 bulan,maka jumlah pengeluaran=Rp 30.000× 6=180.000,atau sederhananya 1 botol lebih desinfektan.

Itulah ulasan tentang cara menerapkan biosecurity pada peternakan babi rakyat. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Silalahi, P. 2018. Kebutuhan Desinfektan Untuk Kandang 10 Ekor Ternak Babi Diakses dari: 
https://ilmuternakbabi.wordpress.com/2020/04/03/kebutuhan-desinfektan-untuk-kandang-10-ekor-ternak-babi/
Maranata, Paulus Mbolo. 2020. Penerapan biosekuriti yang tepat pada peternakan babi untuk mencegah ASF dan penyakit lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *