Babi selalu mencret? ini penjelasannya

Mau tahu mengapa babi selalu mencret? Ini penjelasannya! Simak dengan baik yah sahabat babinesia agar ternak babi kamu dapat terhindari dari kasus mencret.

Penjelasan tentang diare/mencret pada ternak babi mungkin menjadi topic yang paling banyak akan kamu temukan pada website babinesia mengingat kejadian penyakit ini sangat banyak ditemukan di Indonesia dan penyebabnya juga beranekaragam. Di Eropa kejadian penyakit ini hanya mencapai 3% sedangkan di Indonesia presentasenya dapat mencapai 80 – 90%.

Kejadian mencret pada ternak babi tidak boleh dianggap enteng karena walaupun telah dilakukan treatment bisa menyebabkan kematian kurang dari 0,5% lalu meningkat menjadi 7% dan bila tidak ditangani bisa mencapai kematian 100% utamanya untuk kasus TGE (transmittable gastro – enteritis). Nah gambaran di atas adalah kasus babi diare/mencret di Eropa, lalu bagaimana dengan keadaan peternak babi di Indonesia yang skala konvensional.

Hal ini menjadi dilematis tersendiri mengingat riset/penelitian tentang ternak babi di Indonesia tidak banyak. Jangankan ternak babi, ternak lainnya yang dianggap halal pun tidak memberikan data yang cukup valid bahkan di kalangan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, sehingga cukup sulit untuk melakukan keputusan yang tepat. Di samping itu, kondisi peternak kita yang masih menganggap beternak babi seperti berjudi, jika babi mati berarti bukan keberuntungan mereka dalam beternak babi.

Perlu bapak/ibu ketahui, hal ini pulalah salah satu alasan babinesia muncul ke tengah permukaan dunia peternakan babi. Proses beternak hari ini tidak lagi harus beternak dengan konsep judi namun memerlukan perencanaan yang matang sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan masyarakat secara umum. Oleh karena itu, kami sangat terbuka bagi bapak/ibu peternak yang saat ini kesulitan dalam mengelola peternakan babi.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa babi sering mencret.

Gangguan pencernaan

Berikut ini ulasan gangguan pencernaan pada ternak babi.

Kegagalan fungsi perut
  • Overload (terlalu banyak makan)
  • Babi premature
  • Stress
  • Masalah kualitas susu
Kegagalan pencernaan/absorpsi di usus halus
  • Mengurangi suplai darah ke usus (dingin)
  • Overload (terlalu banyak makan)
  • Kerusakan akibat racun bakteri (misalnya Clostridia)
  • Kerusakan usus akibat virus
  • Kerusakan usus akibat parasit (Coccidiosis)
  • Kerusakan usus akibat cacing (Strongyloides)
Cairan yang berlebihan
  • E. coli dan racun bakteri lainnya
Kegagalan usus besar untuk menyerap cairan
  • Kelebihan berat badan
  • Pasokan darah berkurang (dingin)
  • Kerusakan mikroba akibat pertumbuhan berlebih (sekunder akibat berkurangnya suplai darah)

Kolostrum untuk piglet

Anak babi yang baru saja lahir sangat rentan terhadap mencret, oleh karena itu kekebalan pertama dari induk wajib didapatkan sebagai pertahanan tubuh awal karena mengandung (IgG, IgM, dan IgA) yang dapat diserap oleh anak babi selama dua belas jam pertama kehidupan. Kolostrum juga merupakan sumber nutrisi penting yang penting dalam periode pasca melahirkan.

Kedinginan

Tubuh memiliki mekanisme perlindungan bawaan dimana suhu tubuh turun maka suplai darah terputus atau dikurangi ke organ penting seperti otak, jantung dan usus. Hal ini menyebabkan kemampuan usus untuk mendorong makanan (peristaltik) dan menyerap nutrisi akan terganggu. Kondisi ini menyebabkan bahan makanan tidak tercerna dengan baik menyebabkan keseimbangan bakteri meningkat berakibat mencret/diare pada babi.

Babi pasca lahir

Dalam perjalanan anak babi pasca lahir terdapat beberapa flora usus normal dan esensial yang dibutuhkan babi. Tetapi kebersihan lingkungan menjadi penentu jumlah flora (kontaminasi ambing, pakan dan kandang). Kebersihan kandang memainkan peran yang sangat vital sehingga pembersihan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak setengah hati.

Pembersihan, desinfektan, dan pengeringan bila dilakukan dalam skala komersial sebaiknya menetapkan standarisasi kandang. Disinfektan harus diberi waktu kontak yang cukup saat bekerja, namun beberapa disinfektan dapat sangat toksin dan pekat sehingga menyebabkan babi yang menyentuhnya dapat melepuh, karenanya desinfektan tidak boleh dibiarkan di permukaan lantai.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang babi selalu mencret? Ini penjelasannya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Pigsite. 2021. Diarrhoea or scours. Diakses dari: https://www.thepigsite.com/disease-guide/diarrhoea-scours
Nadis. 2021. Diarrhoea (scour) is one of the most common ailments affecting the young piglet before weaning. Diakses dari: https://www.nadis.org.uk/disease-a-z/pigs/piglet-scour/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Protein untuk Indonesia