Babi mati mendadak? apa penyebabnya

Babi mati mendadak? Apa penyebabnya. Nah pada pembahasan kali ini babinesia akan mengurai mengapa babi bisa mati secara mendadak dan factor yang mempengaruhinya. Simak penjelasannya berikut ini yah.

Kematian mendadak pada ternak babi kadangkala menghantui seorang peternak babi khususnya untuk peternak babi pemula terhadap anak babi dan babi pasca sapih miliknya. Penyebab kematian ada bermacam – macam mulai dari yang awalnya diare, bakteri, virus, hingga penyakit bawaan dari indukan ternak babi. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya untuk kamu.

Penyakit viral

Penyebab utama kematian mendadak pada ternak babi biasanya disebabkan oleh penyakit yang satu ini atau dikenal dengan penyakit viral yang diakibatkan oleh infeksi virus. Ada banyak virus yang dapat menyerang pada ternak babi namun virus Hog Cholera yang bersifat zoonosis dan African Swine Fever menjadi penyakit viral yang paling utama wajib diwaspadai.

Sahabat babinesia juga mesti waspada terkait virus H1N1 atau yang akrab dikenal dengan virus Swine Influenza. Walaupun telah ditetapkan oleh WHO telah tiada  pada tahun 2010 tetapi dengan kerusakan lingkungan re – emerging disease atau kembalinya penyakit tersebut dengan varian genetic yang baru dapat sewaktu – waktu terjadi.

Kami menempatkan penyakit viral sebagai poin perhatian utama karena mortalitas dan morbiditasnya yang sanga tinggi terkait penularan ke ternak babi lainnya. Bila penularan telah terjadi langkah isolasi menjadi sangat penting untuk dilakukan walaupun besar kemungkinan ternak babi kamu sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Penyakit reproduksi babi

Penyakit reproduksi atau gangguan reproduksi merupakan salah satu penyebab kematian lainnya pada ternak babi. Beberapa indukan ternak babi telah terinfeksi penyakit PRRS, Brucella suis, dan gangguan reproduksi yang lain sehingga beberapa ternak babi lahir mati (still birth) atau mati dalam kandungan seperti mumifikasi.

Beberapa penyakit reproduksi bahkan tidak menunjukkan gejala, walaupun anak babi yang lahir sehat kadang menjadi factor carier untuk generasi babi selanjutnya. Selain disebabkan oleh infeksi bakteri, gangguan reproduksi juga disebabkan  gangguan  hormonal, sanitasi lingkungan dan nutrisi yang tidak tercukupi pada induk babi.

Diare babi

Diare adalah penyakit klasik untuk peternak babi di Indonesia yang hampir  bisa  ditemukan bila berkunjung ke peternak babi rakyat/ tradisional di Indonesia. Masalah manajemen kandang dan sanitasi lingkungan adalah penyebab utama yang menyebabkan ternak babi menjadi diare/mencret. Walaupun begitu, diare tidak boleh dianggap sepeleh karena dapat berujung pada kematian pada babi.

Bentuk dan jenis diare juga bermacam – macam yang disebabkan oleh virus, bakteri, hingga cacing tertentu yang penetapannya memerlukan uji laboratorium. Masalahnya jumlah ternak babi masyarakat yang hanya 2 – 4 ekor yang tidak memungkinkan untuk diambil sebagai sampel dan biaya untuk laboratorium. Oleh karena itu, suntik antibiotic dan pemberian obat cacing adalah langkah jitu yang kadang dilakukan oleh petugas medis dan atau paramedic veteriner di Indonesia.

Pakan babi

Pakan sebagai sumber nutrisi untuk ternak babi dapat juga menjadi sumber penyakit bila tidak dikontrol dengan baik. Mikotoksin yang disebabkan oleh jamur Aspergillus dari jagung dapat merusak vili – vili usus pada babi dan berakhir dengan kematian yang kadang tanpa disadari oleh peternak babi.

Selain itu, walaupun ternak babi hampir bisa mengkonsumsi segala jenis bahan pakan namun tetap perhatikan sumber bahan pakan yang diberikan karena dapat menyebabkan penyakit pada ternaknya. Pemberian limbah sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum diberikan dan perhatikan nutrisi yang terserap oleh ternak babi.

Itulah ulasan singkat babinesia tentang babi mati mendadak? Apa penyebabnya. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *