Apakah berbahaya makan daging babi? Itu hanya mitos

Pertama – tama izinkan kami untuk klarifikasi bahwa artikel ini tidak dibuat dengan tujuan untuk saling menyalahkan namun dengan tujuan untuk membuka cakrawala pembaca yang budiman di mana pun anda berada. Hal ini berawal dari keprihatinan kami melihat banyaknya informasi yang digiring oleh media yang seakan – akan menyudutkan babi dan menjadikannya sasaran empuk untuk mendapatkan jumlah rating yang tinggi.

Media besar di Indonesia bahkan tidak jarang ikut meramaikan pasar perbabian. Coba saja kamu buka google.com lalu tuliskan tentang daging babi maka akan bermunculan beragam artikel yang menjelaskan bahaya mengkonsumsi daging babi, babi makan kotoran, babi cacingan, babi menyebabkan kanker, dan masih banyak lagi dampak buruk yang disebabkan dengan mengkonsumsi daging babi.

Pada kesempatan ini, kami ingin menerangkan bahwa hampir semua makanan yang kita makan setiap hari pada kenyataannya cukup berbahaya bila tidak dikelola dengan baik, sehingga menjawab pertanyaan apakah berbahaya makan daging babi? Jawabannya adalah hal itu hanya mitos belaka yang dibuat – buat.

Nah, untuk lebih jelasnya. Berikut ini  adalah gambaran tentang bagaimana babi dan daging babi yang sebenarnya.

Babi Memakan Kotorannya Sendiri dan Jorok

Hal ini sama sekali tidak benar! Walaupun babi termasuk hewan omnivora yang makanannya ialah tumbuhan tetapi mereka selalu menjaga makanan mereka tetap bersih untuk dikonsumsi. Babi terlihat kotor tatkala kandang peternakan babi didesain dalam ruang yang kecil dan sempit sehingga mereka memiliki ruang gerak yang terbatas, alhasil mereka kebanyakan mengendus dan memainkan kotoran mereka sendiri.

Umumnya peternakan di luar negeri menggunakan jerami atau sekam padi, beberapa juga memanfaatkan alas kandang plastik yang diberi lubang sehingga mudah untuk membersihkannya. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi kandang peternakan tradisional di Indonesia yang tidak terlalu terurus.

Pig Domestic Farm - Free photo on Pixabay

sumber: pixbay.com

Babi termasuk hewan yang jorok adalah salah besar! Sebenarnya babi adalah hewan yang paling bersih. Mereka berkubang baik di tanah atau pun di kotorannya sesekali karena mereka tidak memiliki kelenjar keringat. Alhasil ketika suhu tinggi, untuk menjaga termoregulasi pada kondisi tubuhnya mereka wajib untuk berkubang atau tidur pada daerah yang lebih lembab.

Lalu apakah babi makan kotorannya sendiri? Argumen ini sama sekali tidak mendasar. Pasalnya, penelitian tentang ternak babi yang sempat dipublikasi oleh BBC tentang kehidupan babi menyimpulkan bahwa mereka terlebih dahulu mencuci apel yang akan mereka makan, dan kejadian unik ini terjadi secara berulang.

Penelitian ini pun dikembangkan dan hasil penelitian ini cukup menarik, lantaran ketika apel yang bersih disodorkan pada babi, mereka akan langsung memakan apel tersebut. Tetapi ketika yang diberikan adalah apel yang kotor, mereka terlebih dahulu akan mencuci sebelum dimakan bahkan ketika mereka sangat lapar.

Kondisi ini sebenarnya sangat jauh berbeda jika kita ingin membandingkan dengan beberapa ternak lainnya seperti sapi yang memuntahkan kembali makanannya untuk dikunyah lagi. Beda lagi dengan kelinci yang memakan feses mereka karena proses penyerapan makanannya tidak sempurna. Kemudian ternak lele yang jelas – jelas kadang diberi pakan bangkai dan feses kotoran ternak lainnya.

Makan Daging Babi Menyebabkan Cacingan

Pernyataan ini tidaklah salah namun tidak mendasar karena belum ada penelitian yang menjelaskan bahwa makan daging babi dapat secara langsung menyebabkan cacingan pada orang yang memakannya. Walaupun, tidak bisa dipungkiri bahwa pada setiap daging bisa saja terdapat telur, larva, dan cacing namun tidak hanya terdapat pada daging babi saja melainkan hampir pada semua jenis daging yang dikonsumsi.

Taenia solium | SpringerLink

sumber: link.springer.com

Cacing yang sangat terkenal pada daging babi ialah jenis Taenia solium padahal pada daging sapi juga kadangkala banyak ditemukan Taenia saginata. Jika kita mendalami ilmu kedokteran, sebenarnya masih ada beberapa jenis parasit pada daging salah satunya Cysticerci yang bisa berakibat zoonosis. Oleh karena itu, semua daging yang diedarkan di pasar atau supermarket harus melalui uji dan pengawasan dokter hewan sebelum diedarkan, sehingga daging yang dikonsumsi lebih aman, sehat, utuh dan tidak halal untuk daging babi.   

Babi Suka Makan Sampah dan Sisa Makanan

Rasanya orang – orang yang mengatakan ini mungkin tidak menggunakan otak dan asal bunyi saja! Ternak babi tidak suka makan sampah dan sama sekali tidak pernah makan sampah. Sampai pada proses pemotongan babi menjadi daging, tidak pernah dtemukan dalam perut babi terdapat sampah atau plastik.

Green Waste Compost - Free photo on Pixabay

sumber: pixbay.com

Malahan ternak lainnya yang sempat menghebohkan makan sampah ialah ternak sapi, diberitakan oleh CCN Indonesia bahwa sapi tampak dengan jelasnya mengkonsumsi plastik pada tempat pembuangan akhir. Jika pernyataannya ialah mengkonsumsi sisa makanan, maka itu adalah benar karena ternak babi termasuk hewan omnivora sehingga mereka kadang diberikan sisa makanan dari rumah tangga atau restoran untuk mengurangi biaya produksi. Hal ini juga sebenarnya dilakukan oleh peternak ayam untuk mengurangi pengeluaran akan biaya pakan.

Babi Tidak Mempunyai Leher

Aduh! Entah bagaimana harus menjawab pernyataan ini? Coba kamu bayangkan, jika kamu tidak punya leher maka kira – kira akan seperti apa bentuk tubuhmu? Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa lapisan lemak pada bagian tubuh babi cukup tebal tapi cukup kentara kok untuk melihatnya dengan kedua bola mata, kecuali yang mengatakan pernyataan ini menggunakan mata kaki  untuk melihat.

200+ Free Pig Meat & Meat Photos - Pixabay

sumber: pixbay.com

Di beberapa daerah sendiri kadangkala melakukan penyembelihan ternak babi pada pangkal leher walaupun sebagiannya lebih memilih untuk menghunuskan pisaunya pada jantung. 

Daging Babi Mengandung Banyak Racun

Danger Toxic Panel - Free vector graphic on Pixabay

sumber: pixbay.com

Jika daging babi mengandung banyak racun maka bisa dipastikan semua orang yang telah mengkonsumsi daging babi pasti sudah berada di liang kubur! Namun buktinya mereka masih hidup dan malah sempat menuliskan artikel ini. 

Daging Babi Menularkan Virus dan Bakteri

Pernyataan ini tidaklah salah namun tidak cukup mendasar untuk mengatakannya tanpa bukti yang nyata! Faktanya virus yang paling ditakutkan dari ternak babi ialah flu babi (H1N1) yang sempat membuat pandemi pada tahun 2009 sehingga menyebabkan kematian pada ribuan orang di seluruh dunia.

Perlu diklarifikasi bahwa penyebaran penyakit H1N1 melalui pekerja (peternak) dengan ternak babi yang masih hidup. Walaupun begitu, tidak dapat menutup kemungkinan bahwa daging babi dapat menularkan penyakit H1N1 bilamana dilakukan studi lanjutan. Hal ini luput dari pengamatan bahwa daging babi memang sempat menularkan jenis bakteri Streptococcus sp. namun perlu diulas mendalam mengenai dampak dan berapa banyak kasus yang disebabkannya.

New swine flu with 'pandemic potential' discovered in China - The Week

sumber: theweek.in

Namun, tidaklah elok jikalau menyebutkan bahwa hanyalah daging babi yang dapat menularkan virus maupun bakteri. Dikutip dari alodokter bahwa beberapa penyakit pada hewan juga dapat menular pada manusia, sebut saja flu burung dari ayam, brucellosis dari sapi, dan taeniasis/sistiserkosis pada hampir semua daging.  

Daging Babi Menyebabkan Kanker

Pernyataan ini tidakah salah, namun memerlukan uji klinis dan literatur yang cukup untuk menjawabnya. Pasalnya, terjadinya kanker sekarang ini sebenarnya tidaklah hanya bersumber dari konsumsi daging (spesifik daging babi) namun dari beragam aspek kehidupan kita yang sudah serba praktis dan tidak terlepas dari bahan kimia yang secara perlahan menumpuk di dalam tubuh lalu menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol. 

Cancer Newspaper Word - Free photo on Pixabay

sumber: pixbay.com

Beberapa penelitian sempat menuliskan bahwa mengkonsumsi daging dapat menyebabkan kanker, seperti dikutip dari Harvard Health Publications dan NCBI namun tidak terbatas pada daging babi saja tetapi semua jenis daging merah olahan, baik itu daging babi, daging sapi, daging domba, daging kambing, daging kuda, daging unta, dan lain – lain.

Intinya, jika anda ingin terhindar dari resiko kanker, jagalah pola hidup dan makan makanan yang sehat disertai dengan rajin olahraga dan sehat secara rohani. Hal ini tentunya akan menjauhkan anda dari resiko kanker yang selama ini mungkin menakutkan bagi anda. 

Makan Daging Babi Ketularan Sifatnya

Pernyataan ini mungkin lebih tepat untuk beberapa orang yang punya otak udang karena terlalu banyak mengkonsumsi udang! Padahal jelas – jelas dengan mengkonsumsi daging babi yang tinggi kandungan protein, dapat membuat siapapun yang mengkonsumsinya akan lebih pintar dan cerdas, di mana diketahui bahwa protein sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak.

Pot Bellied Pig Fat - Free photo on Pixabay

sumber: pixbay.com

Sifat babi yang sukanya tidur dan tinggal tunggu makan saja mungkin yang paling menjengkelkan yang pernah ada. Namun, tanpa ada sadari bahwa perilaku tersebut membuat anda kelihatan lebih bodoh dibandingkan babi itu sendiri, karena babi  termasuk hewan tercerdas di dunia setelah simpanse, lumba – lumba, dan gajah yang dinyatakan oleh aghires.com, namun tidaklah masuk akal jika sifat babi yang pemalas itu menular dari daging babi. Coba perhatikan lingkungan keluargamu, sosialmu, dan bagaimana hubunganmu dengan Tuhanmu, sifat terbentuk dari situ loh!

Uniknya Babi

Ternak babi adalah salah satu ternak yang paling unik di dunia dengan segala kebermanfaatannya, maka untuk menjelaskan hal ini mungkin akan membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Penulis  terkenal Christien Meindertsma pada video berikut ini mungkin bisa memberikan gambaran pada anda, betapa banyaknya manfaat dari seekor ternak babi yang selama ini mungkin tidak kamu ketahui. 

Itulah ulasan singkat babinesia mengenai bahaya mengkonsumsi daging babi yang ternyata selama ini hanyalah mitos belaka. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

DAFTAR PUSTAKA

Wiguna, Candra. 2019. Benarkah Daging Babi Berbahaya Bagi Kesehatan. Diakses dari: 
https://candrawiguna.com/benarkah-daging-babi-berbahaya-bagi-kesehatan/
BBC Indonesia. 2015. Berbagai Mitos tentang Daging Babi Ternyata Keliru. Diakses dari: 
https://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2015/11/151030_vert_earth_babi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *