5 Jenis spesies babi lokal di Indonesia

Mau tau tentang 5 jenis spesies babi lokal di Indonesia. Berikut ini babinesia akan bagikan informasinya untuk kamu sahabat. Simak informasinya berikut ini yah.

Ternak babi masih menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup digemari oleh masyarakat non muslim yang populasinya sekitar 10 – 12% dari jumlah penduduk di Indonesia. Penyebaran populasi ternak babi terkonsentrasi di daerah Bali, Sumatera Utara, Jawa, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara hingga Papua.

Menurut FAO (2009) populasi ternak babi tersebar di berbagai Negara dengan 52 bangsa dan 8 jenis spesies. Rothschild et al., (2011) mengemukakan bahwa  5 spesies diantaranya berada di Indonesia, dibuktikan dengan penemuan empat alel yang berbeda dan merupakan jumlah alel mitokondria tertinggi yang telah ditemukan (Choi et al., 2014).

Pada  artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang jenis 5 jenis babi lokal di Indonesia:

Babi Bali (Sus scrofa)

Babi Bali dicurigai berasal dari jenis babi Sus scrofa lokal yang berasal dari bersama dengan babi Kupang karena ciri khas alel cytochrome B yang sama dengan alel babi Landrace. Babi Kupang memiliki ukuran tubuh yang sedang dengan bentuk kepala kecil, taring tidak melekat saat sudah menua, tulang punggung tidak kuat. Warnanya dominan hitam, diikuti belang hitam, putih dan merah bata, berambut kasar terutama pada punggung, kaki dan moncong.

Asosiasi Ilmuwan Ternak Babi Indonesia - "bangkung" induk babi bali, bulu punggung yg panjang salah satu ciri yg khas disamping punggungnya melengkung kebawah(lordosis). | FacebookSumber: facebook.com

Sedangkan babi Bali dipercaya berasal dari dua daerah. Babi Bali dari daerah Timur memiliki karakteristik hitam dan berambut kasar, punggungnya melengkung tapi bagian perutnya tidak menyentuh tanah, sementara moncongnya lebih panjang. Dari daerah Utara, Selatan dan Tengah memiliki karakteristik punggung melengkung, bagian perut membesar dengan belang putih pada empat kakinya, moncong pendek, telinga meruncing, dan tinggi 54 cm, panjang 90 cm dan panjang ekor 20-25 cm.

Babi Jawa berkutil (Sus verrucosus)

Babi Jawa (Javan warty pig)  dikenal memiliki warna yang bervariasi, mulai hitam sampai merah pucat. Ukuran tubuhnya juga bervariasi dari besar sampai kecil dan secara keseluruhan karakteristik yang dimiliki mirip dengan Sus scrofa tapi berbeda pada G-banding dan panjang lengan kromoson Y.

Cikananga Wildlife Center - Javan warty PigSumber: cikanangawildlifecenter.com

Babi Kalimantan (Sus barbatus)

Babi Kalimantan (Sus barbatus) memiliki karakteristik dengan panjang tubuh dan range bervariasi mulai dari 100-160 cm dan berat badan kira-kira 100 kg.

193 Sus Barbatus Photos - Free & Royalty-Free Stock Photos from DreamstimeSumber: dreamstime.com

Babi Sulawesi (Sus celebensis)

Babi Sulawesi (Sus celebensis) adalah babi yang berukuran sedang, dengan kaki pendek, berat mencapai 40-70 kg, warna rambut hitam, cokelat kemerah-merahan atau kekuningan, ada rambut yang berwarna lebih terang pada moncong dan perut.

Sumber: mammalogy.org

Babirusa (Babyroussa babyrusa)

Babirusa (Babyrousa babyrussa) memiliki panjang kaki, kepala dan badan yang hampir tidak memiliki rambut. Babirusa jantan memiliki gigi taring yang berukuran besar dan bentuk gigi taringnya membelok ke atas atau berbentuk spiral.

Jenis Spesies Babirusa (Babyrousa) | Alamendah's BlogSumber: alamendah.org

Itulah ulasan singkat babinesia tentang 5 jenis babi  lokal di Indonesia. Selamat membaca dan semoga bermanfaat yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Soewandi BDP dan Talib C. 2015. Pengembangan Ternak Babi Lokal di Indonesia. WARTAZOA Vol. 25 No. 1. Hal. 39 – 46.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *