4 Bahan pakan babi tinggi protein

 

Mau tau tentang 4 bahan pakan babi tinggi protein. Pada kesempatan ini, babinesia akan berbagi  untuk kamu sahabat, simak informasinya untuk kamu yah sahabat babinesia.

Pakan selalu menjadi bahan perbincangan yang tiada henti di kalangan peternak babi. Hal ini  dilatarbelakangi biaya yang dikeluarkan hanya untuk membeli pakan cukup besar sedangkan untuk mengejar pertambahan bobot badan membutuhkan pakan ternak yang tentunya mengandung nutrisi yang baik dan berkualitas untuk pertambahan berat badan.

Tak jarang, peternak babi melakukan formulasi untuk mengakali dalam menekan biaya pakan ternak babi. Beruntungnya pada kesempatan ini, babinesia akan berbagi setidaknya ada 4 bahan pakan yang umumnya digunakan oleh peternak babi sebagai bahan pakan dengan kandungan protein yang tingggi, berikut ini:

Tepung ikan

Tepung ikan menjadi pilihan pertama yang tak perlu ditawar lagi dalam melakukan formulasi pakan ternak sebagai bahan baku pakan yang tinggi protein untuk kebutuhan pakan ternak babi. Menurut Husain dan Serdiati (2014) tepung ikan setidaknya memiliki kandungan protein sebesar 49 – 67% namun yang sangat disayangkan kebutuhan tepung ikan hampir 75% dipenuhi dari impor.

Hal ini masih menjadi dilema untuk peternak babi di tanah air, walaupun ikan dan industrinya cukup melimpah namun harga jual ke peternak malah lebih mahal dibandingkan harga impor tepung ikan. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI (2015) kualitas I tepung ikan  dengan kandungan protein >65%, kualitas II >55%, dan kualitas III  45 – 55%.

Tepung tulang dan daging

Produk kedua yang tidak kalah tenar selain tepung ikan ialah tepung tulang dan tepung daging yang pada umumnya diperoleh dari pengolahan limbah rumah potong hewan (RPH). Penggunaan tepung tulang dan daging umumnya  sebagai alternative bila harga bahan baku tepung ikan melonjak tajam, lalu kemudian beberapa pabrik pakan pun sudah menggunakan tepung tulang dan daging sebagai komponen utama sumber protein.

Menurut Lovel (1989) tepung tulang dan daging mengandung protein sekitar 45 – 55%. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI (2014) kualitas I tepung tulang dan daging dengan kandungan protein 50% sedangkan pada kualitas II dengan kandungan protein 45%. Hingga kini, penggunaan tepung daging dan tulang masih menuai kontroversi mengingat penyebaran penyakit dapat bersumber dari limbah ternak yang telah disembelih.

Tepung kedelai

Salah satu sumber bahan pakan tinggi protein yang sedang naik daun dan digalakkan di dunia internasional ialah penggunaan tepung kedelai. Namun di Indonesia sendiri, penggunaan bahan baku kedelai masih menemui kendala mengingat kedelai adalah bahan baku utama pembuatan tempe dan dominan masyarakat Indonesia mengkonsumsi tempe bukan daging.

Kebutuhan kedelai dalam negeri baik untuk produksi tempe maupun untuk pabrik pakan ternak masih keseluruhannya impor yang didominasi dari negeri Amerika Serikat, Brasil, dan Eropa. Ketergantungan akan penggunaan kedelai impor sangat terasa ketika China mengimpor kedelai dalam jumlah besar – besaran untuk pakan ternak babi. Produsen tempe dan peternak di dalam negeri hanya bisa gigit jari.

Tepung kedelai yang biasanya disebut SBM memiliki kandungan protein yang cukup tinggi berkisar 46,9% sedangkan untuk biji  kedelai dengan kandungan protein sekitar 41,2% dengan pertimbangan harga yang lebih murah dari tepung ikan namun lebih aman dibandingkan tepung daging dan tulang.

Tepung maggot

Terakhir yang digadang – gadang sebagai sumber protein terbarukan dan bergizi tinggi ialah tepung maggot. Serangga telah lama dikenal sebagai salah satu sumber protein namun terkendala dalam sector produksinya. Hal ini cukup berbeda dengan maggot, serangga yang satu ini selain menyelesaikan masalah lingkungan hidup juga menyelesaikan masalah kebutuhan protein hewani untuk pakan ternak.

Menurut Hidayat (2018) kandungan protein tepung maggot berkisar 17,5 – 41,20% mulai dari tahap larva hingga prepupa. Keuntungannya menggunakan bahan pakan tepung maggot ini ialah dapat dibudidayakan dengan limbah pertanian sehingga akan lebih hemat. Walaupun perlunya usaha ekstra dalam memelihara ternak maggot sebagai bahan baku sumber protein.

#Masalah babi ingat babinesia

Itulah ulasan singkat babinesia tentang 4 bahan pakan tinggi protein. Selamat mencoba dan semoga berhasil yah sahabat babinesia.

DAFTAR PUSTAKA

Dairy Feed Online. 2017. Biji Kedelai. Diakses dari: dairyfeed.ipb.ac.id
Dairy Feed Online. 2017. Bungkil Kedelai (Soybean Meal). Diakses dari: dairyfeed.ipb.ac.id
Husain MH dan Serdiati N. 2014. Potensi dan Kualitas Tepung Ikan untuk Produksi Ternak: Studi Kasus Desa Siboang, Pantai Barat  Sulawesi Tengah. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2014.
Lovell T. 1989. Nutrition and Feeding of Fish. Publishedby Van Nostrand Reinhold, New York.260 pp.
Hidayata C. 2018. Pemanfaatan Insekta sebagai Bahan Pakan dalam Ransum Ayam Pedaging. WARTAZOA Vol. 28 No. 4. Hal. 161 – 174.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *